- Pemerintah berencana menerapkan WFH sehari sepekan bagi ASN dan swasta pasca Lebaran 2026 untuk meredam lonjakan subsidi BBM.
- Pengamat UGM menilai efektivitas WFH diragukan karena risiko penyalahgunaan menjadi WFE dan berdampak pada UMKM sekitar.
- Disarankan pemerintah lebih fokus membatasi BBM subsidi ketat yang berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp120 triliun.
Thailand: Menghentikan sebagian besar ekspor energinya, melipatgandakan cadangan bahan bakar, serta memerintahkan PNS untuk WFH dan menggunakan tangga alih-alih lift.
Sektor penerbangan seperti Air India dan Cathay Pacific juga mulai menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) hingga dua kali lipat untuk menutupi fluktuasi harga energi yang liar.
Korea Selatan menjadi salah satu korban terparah karena mengimpor 70% minyaknya dari Timur Tengah. Indeks pasar modal Kospi anjlok 2% pada hari Jumat.
Sebagai antisipasi, Seoul kemungkinan besar akan meningkatkan produksi dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan batu bara.
Jepang, meskipun memiliki cadangan devisa dan energi yang signifikan, tetap berada dalam posisi rentan karena hampir seluruh kebutuhan minyaknya berasal dari kawasan Teluk.
Tekanan Ekonomi bagi China
China, yang mengimpor sepertiga minyaknya melalui Selat Hormuz, mendesak semua pihak untuk menahan diri agar tidak mengganggu perdagangan internasional.
Analis energi dari Atlantic Council, Brenda Shaffer, menilai perang ini merupakan pukulan telak bagi Beijing, terutama setelah akses mereka terhadap minyak murah dari Venezuela juga terganggu akibat operasi militer AS di sana.
Krisis ini diprediksi tidak hanya berhenti pada kenaikan harga BBM. Robert Savage, pakar strategi pasar dari BNY, memperingatkan bahwa gangguan pasokan minyak akan memukul produksi pupuk.
Baca Juga: Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan inflasi pangan (food inflation) saat memasuki musim panas mendatang, yang berpotensi memicu perlambatan ekonomi global secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Wajib Tonton! 5 Film Indonesia Bertema Mudik yang Penuh Makna dan Emosi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi