Bisnis / Energi
Minggu, 22 Maret 2026 | 14:18 WIB
Ilustarsi SPBU di India [Unsplash/Partha]
Baca 10 detik
  • Pemerintah berencana menerapkan WFH sehari sepekan bagi ASN dan swasta pasca Lebaran 2026 untuk meredam lonjakan subsidi BBM.
  • Pengamat UGM menilai efektivitas WFH diragukan karena risiko penyalahgunaan menjadi WFE dan berdampak pada UMKM sekitar.
  • Disarankan pemerintah lebih fokus membatasi BBM subsidi ketat yang berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp120 triliun.

Thailand: Menghentikan sebagian besar ekspor energinya, melipatgandakan cadangan bahan bakar, serta memerintahkan PNS untuk WFH dan menggunakan tangga alih-alih lift.

Sektor penerbangan seperti Air India dan Cathay Pacific juga mulai menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) hingga dua kali lipat untuk menutupi fluktuasi harga energi yang liar.

Korea Selatan menjadi salah satu korban terparah karena mengimpor 70% minyaknya dari Timur Tengah. Indeks pasar modal Kospi anjlok 2% pada hari Jumat.

Sebagai antisipasi, Seoul kemungkinan besar akan meningkatkan produksi dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan batu bara.

Jepang, meskipun memiliki cadangan devisa dan energi yang signifikan, tetap berada dalam posisi rentan karena hampir seluruh kebutuhan minyaknya berasal dari kawasan Teluk.

Tekanan Ekonomi bagi China

China, yang mengimpor sepertiga minyaknya melalui Selat Hormuz, mendesak semua pihak untuk menahan diri agar tidak mengganggu perdagangan internasional.

Analis energi dari Atlantic Council, Brenda Shaffer, menilai perang ini merupakan pukulan telak bagi Beijing, terutama setelah akses mereka terhadap minyak murah dari Venezuela juga terganggu akibat operasi militer AS di sana.

Krisis ini diprediksi tidak hanya berhenti pada kenaikan harga BBM. Robert Savage, pakar strategi pasar dari BNY, memperingatkan bahwa gangguan pasokan minyak akan memukul produksi pupuk.

Baca Juga: Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan inflasi pangan (food inflation) saat memasuki musim panas mendatang, yang berpotensi memicu perlambatan ekonomi global secara menyeluruh.

Load More