- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan akibat sentimen domestik dan global, meskipun sempat menguat teknikal.
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen dan mengubah batas transaksi mata uang asing wajib dokumen pendukung menjadi USD 50 ribu.
- Ketidakpastian global seperti inflasi, harga energi, dan geopolitik membuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mulai diabaikan investor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan mendatang, meskipun sempat menguat menjelang libur panjang. Sejumlah sentimen global dan domestik dinilai masih membayangi pergerakan pasar.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106. Namun, penguatan ini lebih dipicu oleh technical rebound dari area support psikologis 7.000.
Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Selain itu, BI juga menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib menggunakan dokumen pendukung menjadi USD 50 ribu dari sebelumnya USD 100 ribu. Kebijakan ini bertujuan meredam spekulasi yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, BI justru meningkatkan batas transaksi lindung nilai (hedging) menjadi USD 10 juta per transaksi dari sebelumnya USD 5 juta guna membantu korporasi mengelola risiko nilai tukar.
Phintraco menilai, kombinasi kebijakan tersebut serta dinamika global membuat IHSG berpotensi melemah dan menguji support di kisaran 6.800–7.000, dengan resistance di level 7.150 dan pivot 7.000.
Sentimen global juga menjadi faktor utama. Gejolak harga minyak dan gas memicu kekhawatiran inflasi, membuat bank sentral dunia seperti The Fed, ECB, BoE, BoJ, hingga Bank of Canada kompak menahan suku bunga. Bahkan, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mulai diabaikan investor.
Dari dalam negeri, pemerintah tengah mengkaji efisiensi anggaran, termasuk opsi kebijakan work from home (WFH) atau kerja empat hari untuk menekan konsumsi BBM. Kebijakan ini masih dinanti pelaku pasar.
Phintraco merekomendasikan sejumlah saham yang menarik dicermati, yakni MEDC, ELSA, ENRG, SIDO, dan INDY.
Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas juga melihat IHSG masih akan bergerak dalam tekanan pasca libur panjang. Hal ini seiring ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir
BRI Danareksa mencatat, IHSG menguat dengan dukungan net foreign buy sebesar Rp155,35 miliar. Namun, kondisi risk-off masih dominan, tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas, serta pelemahan bursa regional Asia.
Selain itu, isu geopolitik terkait Iran turut menambah ketidakpastian, meskipun sempat muncul wacana gencatan senjata.
Dalam proyeksinya, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 6.950–7.000 dan resistance 7.135–7.200.
Adapun saham pilihan dari BRI Danareksa Sekuritas meliputi ITMG, PGAS, dan FORE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu