- IHSG dibuka turun 0,08 persen ke level 7.100 pada Rabu, 25 Maret 2026, meski sempat menguat sebentar.
- Pada waktu tersebut, terjadi transaksi 4,14 miliar saham dengan 312 saham menguat dan 262 melemah.
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga 4,75 persen dan mengubah batas transaksi jual beli dolar AS.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur turun pada awal perdagangan, Rabu, 25 Maret 2026. IHSG meloyo 0,08 persen ke level 7.100.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG sempat menguat 0,08 persen ke level 7.112.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,14 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,9 miliar, serta frekuensi sebanyak 195.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 312 saham bergerak naik, sedangkan 262 saham mengalami penurunan, dan 384 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, NIKL, ESTA, SSTM, ROCK, ICON, FUJI, BUVA, PSKT, TBMS, CBUT, MINA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ALKA, ZATA, NZIA, PSDN, SMMA, BPII, SMLE, AMIN, MPRO, INTD, JSPT.
Proyeksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan mendatang, meskipun sempat menguat menjelang libur panjang. Sejumlah sentimen global dan domestik dinilai masih membayangi pergerakan pasar.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106. Namun, penguatan ini lebih dipicu oleh technical rebound dari area support psikologis 7.000.
Baca Juga: Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini
Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Selain itu, BI juga menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib menggunakan dokumen pendukung menjadi USD 50 ribu dari sebelumnya USD 100 ribu. Kebijakan ini bertujuan meredam spekulasi yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, BI justru meningkatkan batas transaksi lindung nilai (hedging) menjadi USD 10 juta per transaksi dari sebelumnya USD 5 juta guna membantu korporasi mengelola risiko nilai tukar.
Phintraco menilai, kombinasi kebijakan tersebut serta dinamika global membuat IHSG berpotensi melemah dan menguji support di kisaran 6.800–7.000, dengan resistance di level 7.150 dan pivot 7.000.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini
-
Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN
-
Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar
-
Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta