Bisnis / Keuangan
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam per gram pada Rabu, 25 Maret 2026, mencapai Rp 2.850.000, naik Rp 7.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat sebesar Rp 27.000 menjadi Rp 2.507.000 per gram.
  • Harga emas dunia menguat mendekati 4.440 dolar AS per troy ons setelah meredanya ketegangan AS-Iran.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 25 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.850.000 per gram.

Suara.com - Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu mulai naik lagi sebesar Rp 7.000 dibandingkan Selasa, 24 Maret 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.507.000 per gram.

Harga buyback itu juga melonjak Rp 27.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Warga melihat stok emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0.5 gram: Rp 1.478.688
  • 1 gram: Rp 2.857.125
  • 2 gram: Rp 5.654.100
  • 3 gram: Rp 8.456.088
  • 5 gram: Rp 14.060.063
  • 10 gram: Rp 28.064.988
  • 25 gram: Rp 70.036.655
  • 50 gram: Rp 139.994.113
  • 100 gram: Rp 279.910.030
  • 250 gram: Rp 699.509.413
  • 500 gram: Rp 1.398.808.300
  • 1000 gram: Rp 2.797.576.500

Harga Emas Dunia Bangkit

Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan awal sesi Asia, Selasa, setelah sebelumnya sempat tertekan. Logam mulia ini kini mendekati level 4.440 dolar AS per troy ons.

Mengutip FXStreet, penguatan ini terjadi setelah harga emas sempat jatuh ke titik terendah sepanjang 2026 di kisaran 4.100 dolar AS. Pemulihan dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menarik ancaman untuk menghancurkan infrastruktur listrik Iran, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek.

Baca Juga: Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Laporan Bloomberg pada Senin malam menyebutkan, Trump bahkan menawarkan penangguhan selama lima hari kepada Iran, seiring adanya pembicaraan baru dengan Teheran yang diyakini dapat menghasilkan kesepakatan damai.

Sikap ini berbalik dari sebelumnya, ketika Trump sempat memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga Senin malam waktu New York.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan di Timur Tengah. Pasalnya, eskalasi konflik antara AS dan Iran tetap berpotensi memicu lonjakan inflasi dan harga energi, yang dapat memengaruhi pergerakan emas.

"Prospek kenaikan suku bunga sebagai akibat dari perang dapat mendorong minat investor terhadap obligasi pemerintah , dengan mengorbankan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil," kata para ahli strategi.

Di sisi lain, permintaan emas global juga mendapat dorongan dari China. Cadangan emas resmi negara tersebut tercatat mencapai rekor 2.309 ton, setelah pembelian beruntun selama 16 bulan oleh Bank Rakyat China (PBoC).

Load More