- Pada H+2 arus balik Lebaran 2026, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa di Pelabuhan Gilimanuk menurun 0,3% dibandingkan tahun lalu.
- Total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H+2 tercatat 7.051 unit, mengalami penurunan 1,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Meskipun total kendaraan menurun, volume truk dan bus yang menyeberang di lintasan Gilimanuk justru menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Suara.com - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Bali–Jawa pada H+2 menunjukkan tren berbeda dibanding jalur lain. Alih-alih meningkat, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa justru mengalami penurunan tipis.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, mengungkapkan, berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam, volume penumpang tidak mengalami lonjakan.
"Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H+2 mencapai 28.086 orang atau turun 0,3 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.183 orang," ujar Windy kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Penurunan ini mengindikasikan arus balik dari Bali menuju Jawa belum memasuki fase puncak. Kondisi tersebut juga tercermin dari pergerakan kendaraan yang cenderung stagnan bahkan menurun.
"Total seluruh kendaraan tercatat 7.051 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada H+2 atau turun 1,5 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.160 unit," jelasnya.
Jika dirinci, kendaraan roda dua mengalami penurunan tipis. Hal ini berbeda dengan tren di lintasan lain yang umumnya didominasi lonjakan sepeda motor.
"Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+2 mencapai 2.237 unit atau turun 0,6% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 2.251 unit," ucapnya.
Kendaraan roda empat juga mencatat penurunan yang lebih dalam. Angka ini memperkuat indikasi belum padatnya arus balik di jalur Bali–Jawa pada H+2.
"Kendaraan roda empat mencapai 3.808 unit atau turun 6,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.058 unit," ungkapnya.
Baca Juga: Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
Meski demikian, tidak semua jenis kendaraan mengalami penurunan. Aktivitas logistik dan angkutan umum justru menunjukkan peningkatan.
"Total truk yang menyeberang mencapai 709 unit atau naik 23,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 574 unit," kata Windy.
Sementara itu, bus juga mengalami kenaikan yang menandakan adanya pergerakan rombongan penumpang meski tidak signifikan terhadap total keseluruhan.
"Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 297 unit atau naik 7,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 277 unit," lanjutnya.
Di sisi operasional, jumlah perjalanan kapal di lintasan ini tetap terjaga. Hal ini menunjukkan kesiapan layanan meski volume belum meningkat.
"Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam (periode 24 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+2 tercatat jumlah trip di Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 186 trip," jelas Windy.
Berita Terkait
-
Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu