- Kemenhub menyoroti potensi peningkatan kecelakaan arus balik Lebaran 2026 akibat kelelahan pengemudi.
- Dirjen Perhubungan Darat mewajibkan operator memastikan pengemudi dalam kondisi prima serta armada siap beroperasi.
- Faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang juga menjadi perhatian serius saat arus balik.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan potensi kecelakaan lalu lintas yang meningkat saat puncak arus balik Lebaran 2026. Salah satu faktor utama yang disorot adalah kelelahan pengemudi di tengah tingginya volume kendaraan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan bahwa kondisi pengemudi menjadi kunci utama keselamatan perjalanan, terutama pada periode padat seperti arus balik.
"Selain dari kesiapan armada yang prima, setiap operator juga wajib memastikan awak kendaraan seperti pengemudi dan kru yang bertugas dalam kondisi sehat dan tidak boleh sakit," ujar Dirjen Aan dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (24/3/2026).
Ia menekankan bahwa lonjakan kendaraan saat arus balik berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengemudi tidak dalam kondisi fit.
"Sebagaimana yang kita ketahui, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengemudi di antaranya kelelahan atau melanggar aturan," imbuhnya.
Karena itu, Kemenhub meminta seluruh operator transportasi, baik perusahaan otobus (PO) maupun operator jasa penyeberangan, untuk memastikan kesiapan tidak hanya pada armada, tetapi juga sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.
Selain faktor kelelahan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
"Menurut BMKG beberapa hari ke depan bisa terjadi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan air, longsor, banjir, dan tingginya gelombang air laut. Hal ini menjadi perhatian kita di sektor transportasi untuk lebih waspada dalam menjalankan operasional kendaraan," kata Aan.
Ia berharap seluruh pihak, baik operator maupun masyarakat, dapat meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca guna meminimalkan risiko selama perjalanan arus balik Lebaran.
Baca Juga: Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah