Bisnis / Properti
Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB
Pemberlakukan contraflow di Tol Jakarta - Cikampek pada Kamis (19/3/2026) untuk memperlancar perjalanan pada pemudik di musim libur Lebaran 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kemenhub menyoroti potensi peningkatan kecelakaan arus balik Lebaran 2026 akibat kelelahan pengemudi.
  • Dirjen Perhubungan Darat mewajibkan operator memastikan pengemudi dalam kondisi prima serta armada siap beroperasi.
  • Faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang juga menjadi perhatian serius saat arus balik.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan potensi kecelakaan lalu lintas yang meningkat saat puncak arus balik Lebaran 2026. Salah satu faktor utama yang disorot adalah kelelahan pengemudi di tengah tingginya volume kendaraan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan bahwa kondisi pengemudi menjadi kunci utama keselamatan perjalanan, terutama pada periode padat seperti arus balik.

"Selain dari kesiapan armada yang prima, setiap operator juga wajib memastikan awak kendaraan seperti pengemudi dan kru yang bertugas dalam kondisi sehat dan tidak boleh sakit," ujar Dirjen Aan dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (24/3/2026).

Ia menekankan bahwa lonjakan kendaraan saat arus balik berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengemudi tidak dalam kondisi fit.

Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Majalengka, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/wsj]

"Sebagaimana yang kita ketahui, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengemudi di antaranya kelelahan atau melanggar aturan," imbuhnya.

Karena itu, Kemenhub meminta seluruh operator transportasi, baik perusahaan otobus (PO) maupun operator jasa penyeberangan, untuk memastikan kesiapan tidak hanya pada armada, tetapi juga sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.

Selain faktor kelelahan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

"Menurut BMKG beberapa hari ke depan bisa terjadi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan air, longsor, banjir, dan tingginya gelombang air laut. Hal ini menjadi perhatian kita di sektor transportasi untuk lebih waspada dalam menjalankan operasional kendaraan," kata Aan.

Ia berharap seluruh pihak, baik operator maupun masyarakat, dapat meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca guna meminimalkan risiko selama perjalanan arus balik Lebaran.

Baca Juga: Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Load More