- Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan WFA untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 pada Selasa, 24 Juni 2026.
- PT JTT memprediksi 285.000 kendaraan kembali ke Jabodetabek; peningkatan signifikan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026.
- Jasa Marga dan Kepolisian menyiapkan pengoperasian 22 gardu tol serta skema *one way* untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Suara.com - Pemerintah meminta masyarakat untuk lebih siap menghadapi lonjakan lalu-lintas setelah diprediksi arus balik musim mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada hari ini, Selasa (24/6/2026). Masyarakat diminta untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak dan memanfaatkan kelonggaran work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkirakan sekitar 285.000 kendaraan akan kembali ke wilayah Jabodetabek melalui jalur tol mulai Selasa. Tanda-tanda peningkatan arus juga sudah terlihat sejak Senin kemarin.
Berdasarkan data lalu lintas, pada Shift 1 tanggal 23 Maret 2026 tercatat sebanyak 12.624 kendaraan melintas dari arah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Angka ini naik hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya 8.442 kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, JTT sudah menyiapkan sejumlah langkah di lapangan. Di Gerbang Tol Cikampek Utama, sebanyak 22 gardu tol dioperasikan khusus untuk melayani kendaraan yang menuju Jakarta.
Selain itu, akses tambahan melalui GT Cikampek Utama 8 juga disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan upaya ini dilakukan agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.
“Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata serta meminimalkan potensi antrean di gerbang tol,” ujarnya, ditulis Senin (23/3).
Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga disiapkan oleh kepolisian. Korlantas Polri berencana menerapkan sistem one way yang akan dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung, dengan melihat kondisi volume kendaraan di lapangan.
Optimalkan Kebijakan WFA
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari
Pemerintah pun ikut mengimbau masyarakat untuk tidak kembali secara bersamaan di puncak arus balik.
Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang sudah diberikan oleh banyak instansi maupun perusahaan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyarankan masyarakat mengatur ulang jadwal perjalanan agar lebih tersebar.
“Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25, 26 atau 27 Maret,” katanya.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta lebih bijak saat menggunakan rest area. Waktu istirahat sebaiknya tidak terlalu lama agar bisa bergantian dengan pengguna lain, terutama saat kondisi padat.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol,” tambah Aan.
Berita Terkait
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri