- Arab Saudi dan UEA mulai mendukung AS dan Israel menekan Iran karena terancam secara ekonomi dan kontrol Selat Hormuz.
- Saudi mengizinkan AS menggunakan Pangkalan Udara Raja Fahd untuk serangan, sementara UEA menutup aset dan mengancam membekukan dana Iran.
- Negara Teluk menghadapi dilema besar: terlibat perang langsung atau sandera ekonomi jika Iran menguasai jalur krusial minyak.
Saat ini para pemimpin negara-negara Teluk sedang berada dalam dilema. Jika negara-negara Arab terlibat langsung dalam perang melawan Iran, maka mereka akan berhadapan dengan musuh yang lebih digdaya secara militer yang berada tepat di hadapan teritori mereka.
Apa lagi jika Presiden Donald Trump memutuskan secara sepihak untuk menyudahi perang, maka mereka akan terjebak dalam konflik jangka panjang dengan Iran.
Tapi di sisi lain, jika rezim di Iran bertahan maka negara-negara Teluk akan menjadi sandera setidaknya secara ekonomi karena posisi Selat Hormuz yang kini secara de facto berada di bawah kendali Iran. Aliran minyak dari negara-negara Arab akan dikendalikan sebagian besarnya oleh Iran.
Apa lagi Teheran kini mempertimbangkan untuk menarik tarif untuk kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz dan bercita-cita menjadikan selat sempit itu seperti Terusan Suez di Mesir - kapal-kapal yang melewati Suez harus memberikan upeti ke Kairo.
Tidak heran jika Pangeran bin Salman disebut terus mendorong Trump untuk tak berhenti memerangi Iran, hingga rezim yang berkuasa di Teheran saat ini lengser. Dorongan yang sama juga disebut disampaikan oleh pemimpin UEA.
Anwar Gargash, penasehat diplomatik Presiden UEA, pada Selasa kemarin (24/3/2026) mengkritik Liga Arab dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) karena diam saja melihat negara-negara Teluk diserang Iran.
Ia mempertanyakan efektivitas dua organisasi itu ditengah gempuran Iran ke negara-negara Arab. Di saat yang sama ia juga menilai kritik terhadap keberadaan pangkalan militer AS di Teluk tidak relevan lagi, di saat negara-negara Arab dan Islam diam saja saat Iran melancarkan serangan.
"Dengan kealpaan dan ketidakberdayaan ini, maka pembicaraan tentang kemunduran peran Arab dan Islam serta kritik terhadap kehadiran Amerika dan Barat tidak lagi bisa diterima," kata Gargash di media sosial X.
Baca Juga: Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total
-
Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Boikot Donald Trump dan Piala Dunia 2026 di Belanda Tembus 170 Ribu Tanda Tangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun