Bisnis / Makro
Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik keras dari ekonom senior Ferry Latuhihin mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
  • Purbaya membela kebijakannya dengan merujuk data ekonomi positif dan kunjungan langsung ke Pasar Tanah Abang sebagai bukti keramaian.
  • Menkeu meragukan kompetensi Ferry dengan menyoroti kurangnya pengalaman formal Ferry dalam bidang pemerintahan dan ekonomi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerang balik ekonom senior Ferry Latuhihin setelah mendapatkan kritik bertubi-tubi soal kondisi ekonomi Indonesia.

Salah satu yang disinggung Purbaya dari kritik Ferry adalah ketika dirinya melihat kondisi Pasar Tanah Abang untuk membuktikan apakah ekonomi RI hancur.

"Dia kan nyerang saya bodoh segala macam. Tindakan saya ke Pasar Tanah Abang aneh katanya. Waktu saya lihat datanya bagus, mereka bilang 'kenyataannya dong'. Ya saya lihat ke pasarnya, ramai juga," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

"'Terus kenapa sekarang kamu ke pasar'. Dia bilang gitu kan, 'enggak berguna'. Lah katanya mau cek data, itu saya cek," timpal dia.

Menkeu Purbaya kembali menyinggung soal data-data yang membuktikan ekonomi Indonesia masih aman seperti Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) atau Consumer Confidence Index (CCI), penjualan ritel, hingga penjualan otomotif.

"Terus mereka bilang, 'kenyataannya seperti apa?'. Saya cek kenyataannya, ramai juga. Lebaran kemarin gimana? Ramai kan?  Jadi kalau enggak ngerti, jangan nakut-nakutin orang dan bilang ekonomi kita mau hancur," lanjutnya.

Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin. (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)

Purbaya lalu mengklaim kalau Ferry Latuhihin tak pernah memegang data ekonomi. Latar belakangnya sebagai analis finansial juga disinggung Purbaya.

"Jadi enggak pernah sama sekali bergelut di bidang ekonomi. Mana dia masuk ke Pemerintah? Enggak pernah kan?" timpalnya.

Purbaya lalu bercerita soal rekam jejaknya di bidang Pemerintahan sebelum menjabat Menkeu. Pada 2004-2014, ia mengklaim bergabung dalam tim think-thank Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Kemudian pada 2010-2015, Purbaya menjadi staf khusus Hatta Rajasa yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Lalu di 2015 ia tergabung di Kantor Staf Presiden (KSP) periode Joko Widodo, yang berlanjut di 2020 untuk membantu Presiden menangani kondisi ekonomi kala Covid-19.

"Jadi kita di sini sudah cukup berpengalaman, dengan orang-orang keuangan di sini tentunya ya, mengatasi masalah ekonomi. Dan pasti saya sudah pelajari teorinya segala macam," beber dia.

Lebih lanjut Purbaya kembali menyinggung soal latar belakang Ferry Latuhihin sekaligus memperingatkannya untuk tidak membeberkan ketakutan ke publik.

"Kalau Pak Ferry itu, enggak pernah mendapat pendidikan formal yang tinggi di bidang ekonomi. Dia ngaku dari mana? Erasmus. Setahu saya, dia enggak pernah ngambil S3 di sana, doktor di sana. Dan sekarang punya dapat profesor, dari mana saya enggak tahu, untuk menakut-nakuti publik. Kalau dia tidak menakut-nakuti publik, saya enggak peduli," tandasnya.

Load More