Bisnis / Keuangan
Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:33 WIB
Gedung Permata Bank
Baca 10 detik
  • Total aset perbankan syariah Indonesia mencapai Rp1.028,18 triliun per Oktober 2025, tertinggi sepanjang sejarah.
  • Indonesia naik ke peringkat ketiga dunia pada Global Islamic Economy Indicator 2024-2025 dari posisi sebelas sebelumnya.
  • Permata Bank Syariah mendorong inklusi keuangan dengan semangat "Syariah untuk Semua" untuk akses layanan lebih luas.

Suara.com - Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif dan kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak lagi sekadar alternatif, sektor ini kini semakin diminati masyarakat luas, mulai dari layanan perbankan hingga gaya hidup halal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset perbankan syariah pada Oktober 2025 mencapai Rp1.028,18 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan (year on year).

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah industri perbankan syariah di Indonesia. Tak hanya di dalam negeri, kinerja ekonomi syariah Indonesia juga menunjukkan prestasi di tingkat global.

Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025, melonjak signifikan dari posisi ke-11 pada periode sebelumnya.

Penguatan sektor ini turut tercermin dari pertumbuhan aset keuangan syariah nasional. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai aset meningkat dari Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp10.257 triliun pada 2025.

Ilustrasi OJK. [Ist]

Seiring dengan tren tersebut, Permata Bank melalui unit usaha syariahnya terus mendorong inklusi keuangan dengan mengusung semangat “Syariah untuk Semua”.

Inisiatif ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan syariah yang inklusif, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa nilai-nilai syariah seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan solusi keuangan yang berdampak luas.

Baca Juga: Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

“Melalui semangat ‘Syariah untuk Semua’, kami ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat,” ujar Meliza dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Hal senada disampaikan Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, dalam ajang HijrahFest Ramadan 2026.

Ia menegaskan bahwa konsep “Syariah untuk Semua” memperkuat peran perusahaan sebagai mitra finansial yang terpercaya dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Menurutnya, layanan keuangan syariah kini tidak hanya diminati oleh masyarakat yang ingin menjalankan prinsip syariah, tetapi juga oleh mereka yang menginginkan sistem keuangan yang transparan, adil, dan berkelanjutan.

Permata Bank Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang inklusif dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Pendekatan ini juga mencerminkan nilai syariah yang rahmatan lil ‘alamin, dengan tujuan menghadirkan rasa aman, keadilan, serta keberkahan dalam setiap perjalanan finansial masyarakat.

Load More