- Nilai pasar EPC energi surya Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan, dari Rp24,3 triliun menjadi Rp133,5 triliun pada 2030.
- Peningkatan adopsi PLTS didorong kebutuhan energi bersih dan efisiensi biaya oleh pelaku usaha di berbagai sektor.
- Sektor EPC menjadi tulang punggung vital dalam merealisasikan dan menopang pertumbuhan investasi serta implementasi PLTS nasional.
“Market size EPC saat ini diperkirakan berada di kisaran 1,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp24,3 triliun. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 76 persen, kami proyeksikan market size EPC dapat mencapai 7,9 miliar dolar AS setara dengan Rp133,5 triliun pada 2030," jelas Vice President Operations Xurya, Philip Effendy.
Menurutnya, angka ini meningkat sekitar lima kali lipat dan hal ini mencerminkan besarnya potensi teknis akan kebutuhan mitra EPC yang berkualitas dan menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan industri PLTS Atas dan Non-Atap.
EPC sendiri terdiri dari tiga pilar utama, yakni engineering, procurement, dan construction. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam memastikan proyek energi surya berjalan efisien, tepat waktu, serta memenuhi standar keselamatan dan kualitas.
Sejauh ini, Xurya telah bekerja sama dengan lebih dari 180 mitra EPC dan menangani lebih dari 300 proyek dengan total kapasitas melampaui 200 MW.
Di sisi lain, Xurya juga memberikan apresiasi kepada para mitra EPC melalui ajang EPC Appreciation 2026. Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, mulai dari kapasitas proyek terbesar hingga kinerja keselamatan dan efisiensi proyek.
“Hal ini tidaklah mungkin tanpa kerja sama yang solid dengan mitra EPC lokal. Mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan implementasi proyek, memastikan inovasi teknologi tidak hanya berhenti di tahap konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan. Tanpa peran mereka, pengembangan sistem energi surya tidak akan berjalan optimal,“ pungkas Philip.
Berita Terkait
-
Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan
-
Emiten KEEN Menang Tender Garap PLTS Tobelo 10 MW
-
Pemerintah Ingatkan Industri Komitmen Transisi Hijau Dibuktikan Aksi Nyata
-
Program Masuk Finalisasi, Bahlil Mau Bangun PLTS di Setiap Desa
-
Perusahaan Pembiayaan Ini Klaim Sudah Gelontorkan Rp1,62 T ke Sektor Ekonomi Hijau
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor