- PT Angkasa Pura memproyeksikan 187.047 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus balik kedua, Sabtu (28/3/2026).
- Pada puncak tersebut, kedatangan penumpang (100.963) lebih tinggi dibandingkan keberangkatan (86.084) melalui tiga terminal.
- Selama periode mudik-balik (14–24 Maret 2026), total 1.983.067 penumpang telah dilayani operator bandara.
Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia memproyeksikan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 187.047 orang pada puncak gelombang kedua arus balik Lebaran 2026, Sabtu (28/3/2026).
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa angka tersebut berasal dari data rencana penerbangan harian yang menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
“Berdasarkan data harian untuk rencana penerbangan tanggal 28 Maret 2026 di Bandara Soetta menembus angka 187.047 penumpang,” ujarnya dilansir dari laman Antara.
Kedatangan Lebih Tinggi dari Keberangkatan
Dari total tersebut, pergerakan penumpang didominasi oleh kedatangan. Sebanyak 100.963 penumpang tercatat tiba, sementara 86.084 lainnya melakukan keberangkatan.
Untuk operasional penerbangan, terdapat total 1.161 pergerakan pesawat, terdiri dari 578 keberangkatan dan 583 kedatangan.
“Dari 1.161 pergerakan pesawat terdiri dari 578 keberangkatan dan 583 penerbangan kedatangan pada hari ini,” jelas Heru.
Distribusi Penumpang di Tiga Terminal
Lonjakan penumpang tersebar di seluruh terminal di Bandara Soekarno-Hatta:
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
- Terminal 1 melayani 49.717 penumpang dengan 283 penerbangan
- Terminal 2 domestik mencatat 53.241 penumpang dan 348 penerbangan
- Terminal 2 internasional sebanyak 16.469 penumpang dengan 101 penerbangan
- Terminal 3 domestik melayani 38.178 penumpang dengan 258 penerbangan
- Terminal 3 internasional mencatat 29.442 penumpang dengan 159 penerbangan
Distribusi ini menunjukkan aktivitas tinggi baik untuk rute domestik maupun internasional selama periode arus balik.
Tren Pertumbuhan dan Dua Gelombang Puncak
Sebelumnya, operator bandara telah memprediksi adanya dua gelombang puncak arus balik, yakni pada 24 Maret dan 28 Maret 2026. Pola ini serupa dengan arus mudik yang juga mengalami dua lonjakan besar.
“Betul, terdapat dua kali lonjakan penumpang, sama seperti arus mudik sebelumnya,” kata Heru.
Bahkan, proyeksi awal untuk puncak arus balik sempat mencapai 198 ribu penumpang dalam satu hari, menunjukkan tingginya permintaan perjalanan udara.
Hampir 2 Juta Penumpang Selama Periode Lebaran
Berita Terkait
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra
-
Arus Balik H+3, Pemudik Motor Mulai Serbu Jalur Pantura Menuju Jakarta
-
Tol Banyumanik Dipadati Arus Balik Menuju Jakarta
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen
-
Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun
-
Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK
-
TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah
-
Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?
-
Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya
-
Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller