- PT Jasa Marga menawarkan diskon tarif tol 30 persen pada 26-27 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran.
- Puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada 18 Maret 2026 dengan volume 270 ribu kendaraan.
- Jasa Marga menyiagakan teknologi pemantauan lalu lintas melalui JMTC untuk mendukung rekayasa seperti contraflow dan one way.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendorong masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26–27 Maret 2026, sebagai langkah strategis untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan kebijakan ini dirancang untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada periode puncak.
“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret serta menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” ujarnya dilansir dari laman Antara, Kamis (26/3/2026).
Menurut Rivan, arus balik tahap pertama yang terjadi pada 24 Maret 2026 telah berhasil dilalui dengan kondisi relatif terkendali, meskipun sebelumnya sempat terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan.
“Puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 mencapai 270 ribu kendaraan, tertinggi sepanjang sejarah. Namun pengendalian arus balik tahap pertama juga berjalan baik,” jelasnya.
Strategi Hindari Penumpukan Kendaraan
Jasa Marga memperkirakan puncak arus balik berikutnya akan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan periode diskon guna menghindari penumpukan kendaraan di waktu bersamaan.
“Fokus utamanya adalah mengantisipasi puncak arus balik agar distribusi kendaraan tetap terkendali,” kata Rivan.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan, termasuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi dan kanal resmi.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra
Teknologi dan Rekayasa Lalu Lintas Disiagakan
Dalam mendukung kelancaran arus balik, Jasa Marga mengoptimalkan pemantauan lalu lintas melalui Jasamarga Toll Road Command Center (JMTC).
Sistem ini digunakan untuk mengambil keputusan cepat terkait rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.
Langkah ini juga didukung koordinasi lintas instansi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kondisi lalu lintas di JMTC Bekasi.
Kapolri menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan bagi masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman.
“Kami mengimbau masyarakat yang belum kembali agar dapat memanfaatkan sisa waktu perjalanan sehingga puncak arus balik dapat terurai. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujar Listyo.
Berita Terkait
-
Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun