Bisnis / Keuangan
Senin, 30 Maret 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan Senin, 30 Maret 2026, di Rp17.002 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen kenaikan harga minyak mentah dunia berdasarkan analisis dari pasar eksternal.
  • Mayoritas mata uang Asia melemah, namun yen Jepang menjadi mata uang penguat terbesar di kawasan tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin, 30 Maret 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang garuda ini pun melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.979 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.993  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan karena sentimen kenaikan harga minyak dunia.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Rupiah melemah dan masih didikte oleh sentimen eksternal merepson perkembangan di timteng terutama harga minyak mentah dunia yang tinggi," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman melanjutkan, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Sehingga, mata uang garuda masih di level Rp 17.000.

"Walau cenderung masih risk off, terkadang sentimen bisa sedikit membaik dan mendukung rupiah. Kalau melihat sentimen terakhir hingga sore ini, terlihat mulai tidak memburuk, rupiah berpotensi menguat terbatas besok," jelasnya.

Saat ini mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,5 persen. 

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang anjlok 0,44 persen dan peso Filipina yang ditutup terkoreksi 0,29 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup turun 0,18 persen.

Baca Juga: Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,09 persen dan dolar Hong Kong turun 0,04 persen.  Kemudian yuan China terlihat melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback pada sore ini. 

Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,33 persen. Diikuti, rupee India yang terkerek 0,22 persen dan baht Thailand yang menguat tipis 0,11 persen.

Load More