Bisnis / Keuangan
Senin, 30 Maret 2026 | 15:21 WIB
Gedung Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)
Baca 10 detik
  • Bank Mandiri merealisasikan KUR Rp 7,35 triliun kepada 59.327 UMKM hingga Februari 2026, 17,92 persen dari target Rp 41 triliun.
  • Mayoritas KUR disalurkan ke sektor produksi (61,83 persen), dengan pertanian menjadi penyerap terbesar senilai Rp 2,21 triliun.
  • Kualitas kredit Bank Mandiri terjaga baik, ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di bawah satu persen.

Suara.com - Bank Mandiri mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal 2026. Hal ini sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Hingga Februari 2026, realisasi KUR telah mencapai Rp 7,35 triliun yang disalurkan kepada 59.327 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut setara dengan 17,92 persen dari target penyaluran KUR perseroan sepanjang tahun ini yang dipatok sebesar Rp41 triliun. Langkah ini sekaligus mempertegas peran perbankan dalam mendorong akses pembiayaan inklusif bagi sektor produktif.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengatakan penyaluran KUR bukan sekadar memberikan kredit, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan bersaing.

"Pembiayaan ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing UMKM," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Ilustrasi tabel angsuran KUR Bank Mandiri terbaru. [google ai]

Dari total penyaluran tersebut, mayoritas kredit mengalir ke sektor produksi yang mencapai 61,83 persen atau sekitar Rp 4,54 triliun. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp 2,21 triliun, diikuti sektor jasa produksi Rp 1,65 triliun, industri pengolahan Rp 568 miliar, dan perikanan Rp 107 miliar.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di bawah 1 persen. Angka ini mencerminkan pengelolaan risiko yang relatif solid di tengah ekspansi pembiayaan.

Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada 2008 hingga Februari 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 310,59 triliun kepada sekitar 3,65 juta debitur. Program kredit berbunga rendah ini dinilai berkontribusi besar dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

Untuk menjaga efektivitas penyaluran, Bank Mandiri mengandalkan pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan nasabah wholesale dengan UMKM dalam satu rantai nilai. Strategi ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Di sisi lain, layanan Mandiri Agen juga terus diperluas guna mempermudah transaksi dan pembayaran angsuran debitur, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara optimal. Edukasi literasi keuangan dan digital turut digencarkan agar pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ke depan, Bank Mandiri menyatakan siap mempercepat penyaluran KUR dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah serta memanfaatkan ekosistem digital yang kian berkembang. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap penciptaan lapangan kerja dan ketahanan ekonomi nasional.

Load More