- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memindahkan 200–300 pegawai DJA Kemenkeu ke DJP karena DJP kekurangan staf.
- Pemindahan staf berpengalaman ini bertujuan meningkatkan fungsi DJP tanpa menambah beban anggaran signifikan seperti rekrutmen baru.
- Para pegawai DJA yang dimutasi akan menerima pelatihan singkat mengenai perpajakan sebelum bertugas di Direktorat Jenderal Pajak.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk memindahkan 200 hingga 300 orang pegawai Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Menkeu Purbaya beralasan kalau saat ini DJP sedang kekurangan pegawai. Sementara DJA sebaliknya.
"Kan DJP kurang pegawai, sementara Ditjen Anggaran kelebihan. Daripada saya rekrut orang baru, saya pindahkan sebagian, mungkin 200-300 orang ke DJP," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, dikutip Senin (30/3/2026).
Bendahara Negara menjelaskan kalau mutasi pegawai DJA ke DJP ini akan mempermudah karena mereka bukanlah orang baru. Lebih lagi perpindahan mereka tidak menambah beban anggaran signifikan.
"Kan bukan pegawai baru lagi, dan beban saya jadi enggak bertambah. Jadi saya meningkatkan fungsi DJP tanpa meningkatkan beban anggaran terlalu signifikan," lanjutnya.
Nantinya para pegawai baru itu akan lebih dulu dilatih. Purbaya percaya kalau mereka semua adalah orang berpengalaman, di mana latar pendidikannya mulai S1 hingga STAN.
"Jadi kalau pindah ke sana penyesuaian dirinya juga enggak terlalu banyak lah. Saya pikir dilatih pajak seminggu dua minggu sudah cukup untuk mereka bisa menjalankan apa yang diperlukan di Pajak," beber dia.
Lebih lanjut keputusan itu juga untuk melakukan efisiensi anggaran ketimbang menambah beban untuk merekrut orang baru.
"Mungkin mereka (Ditjen Pajak) maunya rekrut baru. Tapi saya pikir kan efisiensi, ngapain saya tinggalkan sekian ratus orang di Perbendaharaan, enggak ngapa-ngapain, terus saya rekrut baru. Kan itu pemborosan. Jadi saya akan membuat seefisien mungkin," jelasnya.
Baca Juga: Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani
Berita Terkait
-
Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani
-
Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026
-
Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax
-
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
-
Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan
-
Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan
-
Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar
-
IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran
-
Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk
-
Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi