Bisnis / Makro
Senin, 30 Maret 2026 | 14:08 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memindahkan 200–300 pegawai DJA Kemenkeu ke DJP karena DJP kekurangan staf.
  • Pemindahan staf berpengalaman ini bertujuan meningkatkan fungsi DJP tanpa menambah beban anggaran signifikan seperti rekrutmen baru.
  • Para pegawai DJA yang dimutasi akan menerima pelatihan singkat mengenai perpajakan sebelum bertugas di Direktorat Jenderal Pajak.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk memindahkan 200 hingga 300 orang pegawai Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Menkeu Purbaya beralasan kalau saat ini DJP sedang kekurangan pegawai. Sementara DJA sebaliknya.

"Kan DJP kurang pegawai, sementara Ditjen Anggaran kelebihan. Daripada saya rekrut orang baru, saya pindahkan sebagian, mungkin 200-300 orang ke DJP," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, dikutip Senin (30/3/2026).

Bendahara Negara menjelaskan kalau mutasi pegawai DJA ke DJP ini akan mempermudah karena mereka bukanlah orang baru. Lebih lagi perpindahan mereka tidak menambah beban anggaran signifikan.

"Kan bukan pegawai baru lagi, dan beban saya jadi enggak bertambah. Jadi saya meningkatkan fungsi DJP tanpa meningkatkan beban anggaran terlalu signifikan," lanjutnya.

Nantinya para pegawai baru itu akan lebih dulu dilatih. Purbaya percaya kalau mereka semua adalah orang berpengalaman, di mana latar pendidikannya mulai S1 hingga STAN.

"Jadi kalau pindah ke sana penyesuaian dirinya juga enggak terlalu banyak lah. Saya pikir dilatih pajak seminggu dua minggu sudah cukup untuk mereka bisa menjalankan apa yang diperlukan di Pajak," beber dia.

Lebih lanjut keputusan itu juga untuk melakukan efisiensi anggaran ketimbang menambah beban untuk merekrut orang baru.

"Mungkin mereka (Ditjen Pajak) maunya rekrut baru. Tapi saya pikir kan efisiensi, ngapain saya tinggalkan sekian ratus orang di Perbendaharaan, enggak ngapa-ngapain, terus saya rekrut baru. Kan itu pemborosan. Jadi saya akan membuat seefisien mungkin," jelasnya.

Baca Juga: Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

Load More