- India dan Australia menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk mengamankan pasokan urea akibat terganggunya distribusi global.
- Direktur Utama PT Pupuk Indonesia akan bertemu perwakilan India dan Australia pada Senin (30/3/2026) terkait permintaan ini.
- Indonesia memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum mengalokasikan 1,5 hingga 2 juta ton untuk ekspor.
Suara.com - Sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk di tengah terganggunya rantai distribusi global akibat dinamika geopolitik. Negara-negara seperti India hingga Australia disebut telah menjalin komunikasi untuk mengamankan kebutuhan urea.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan permintaan tersebut muncul seiring berkurangnya pasokan dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pemasok utama.
"Siang hari ini saya akan bertemu atau melakukan meeting khusus dengan pemerintah India dan dilanjutkan dengan pemerintah Australia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementan Senin (30/3/2026).
Menurut Rahmad, kebutuhan pupuk dunia saat ini sedang meningkat seiring musim tanam di berbagai negara. India dan kawasan Asia Selatan tengah memasuki periode tanam, sementara Australia memulai musim tanam gandum.
"Di India, Bangladesh, Pakistan, kemudian di Australia musim tanam gandum," tuturnya.
Di tengah meningkatnya permintaan tersebut, pasokan global justru mengalami tekanan akibat gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Hal ini membuat negara-negara pengimpor mencari sumber baru untuk menjaga produksi pertanian mereka.
Meski demikian, Rahmad menegaskan Indonesia tidak serta-merta menggantikan seluruh pasokan yang hilang dari pasar global. Menurut dia, kapasitas ekspor tetap menyesuaikan kebutuhan dalam negeri.
"Kalau menggantikan seluruhnya kan nggak bisa, tapi setidaknya Indonesia ini eksportir," katanya.
Ia menyebut produksi urea nasional mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 hingga 2 juta ton dialokasikan untuk ekspor, tergantung kondisi kebutuhan domestik.
Baca Juga: RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
"Kita produksi 9,4 juta ton. Dari situ kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton," bebernya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak global.
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menambahkan distribusi pupuk bersubsidi menjadi fokus utama sebelum ekspor dilakukan.
"Fokusnya dalam negeri dulu. Kalau ada kelebihan baru kita bisa ekspor," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga
-
DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara
-
B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan