Bisnis / Makro
Selasa, 31 Maret 2026 | 09:02 WIB
Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan. [Kementerian UMKM]
Baca 10 detik
  • Indonesia dan China memperkuat kerja sama pangan melalui forum di Wuhan guna mendorong peningkatan ekspor produk nasional.
  • Fokus utama kemitraan mencakup rantai pasok terintegrasi, inovasi teknologi, perluasan akses pasar, dan investasi jangka panjang.
  • Partisipasi Indonesia di China Food Trade Fair 2026 bertujuan menampilkan produk unggulan dan menarik investasi basis produksi dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah mendorong peningkatan ekspor pangan ke China dengan memperkuat kerja sama industri dan perdagangan melalui Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan.

Langkah ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi serta memperluas akses pasar produk nasional.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pangan agar mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, kolaborasi dengan China perlu mencakup seluruh rantai nilai industri.

“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” jelas Maman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Ia juga menilai kerja sama tersebut perlu diarahkan pada implementasi nyata dalam bentuk investasi jangka panjang.

“Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan, dan diwujudkan dalam kerja sama strategis dan investasi jangka panjang,” tambahnya.

Forum tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas ekspor sekaligus menarik investasi industri pengolahan ke dalam negeri.

Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan. [Kementerian UMKM]

Dengan masuknya investasi, kapasitas produksi nasional diharapkan meningkat dan ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 melalui Indonesia Pavilion.

Baca Juga: BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu

Paviliun tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan produk unggulan sekaligus menjajaki kemitraan bisnis dengan pelaku industri global.

Sebanyak 17 exhibitor dari Indonesia ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan bernilai tambah.

Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menyebut forum ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan industri dalam negeri.

“Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ungkapnya.

Dari sisi perdagangan, kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan dengan mitra China.

Salah satunya berupa Letter of Intent (LoI) yang berkaitan dengan pengembangan akses pasar dan distribusi produk Indonesia.

Load More