Bisnis / Properti
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan yang kian padat, tren hunian premium yang menawarkan ketenangan dan konsep resort semakin diminati masyarakat urban. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Sektor properti 2026 diprediksi tumbuh 8%, didorong minat tinggi pada hunian konsep ketenangan.
  • Bank Indonesia catat IHPR stabil di 0,83%, menandakan pasar properti temukan titik keseimbangan.
  • Penjualan rumah premium seperti di PIK2 meningkat, sasar kaum urban dengan daya beli tinggi.

Suara.com - Sektor properti nasional menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2026. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan yang kian padat, tren hunian premium yang menawarkan ketenangan dan konsep resort semakin diminati masyarakat urban.

Pertumbuhan sektor ini pun diproyeksikan mampu menyentuh angka 8 persen pada tahun ini.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa pasar properti residensial saat ini berada dalam kondisi stabil. Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 0,83 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57 atau tumbuh 1,12 persen (yoy). Ini mencerminkan pasar yang mulai menemukan keseimbangan baru," ujar Ramdan dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Meski kenaikan harga cenderung moderat, geliat pasar justru terlihat dari sisi volume transaksi. Penjualan properti residensial tercatat tumbuh 7,83 persen (yoy), didukung oleh penyaluran kredit properti yang naik hingga 7,4 persen pada akhir 2025.

Data ini menandakan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke atas, masih sangat solid. Menariknya, preferensi konsumen kini mulai bergeser. Rumah tidak lagi sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi instrumen untuk menjaga kesehatan mental (healing) dari tekanan kemacetan dan beban kerja di kota besar.

Menangkap fenomena tersebut, para pengembang mulai berlomba menawarkan konsep hunian yang mengedepankan aspek ketenangan. Salah satu yang mencolok adalah proyek Ubud at Pasir Putih Residences di kawasan PIK2.

Alih-alih membangun kawasan yang padat, proyek ini justru menonjolkan ruang terbuka hijau dan danau buatan seluas 16,2 hektare dengan tepian pasir putih. Fasilitas seperti jalur jogging sepanjang 2,5 kilometer dan clubhouse eksklusif dihadirkan untuk mendukung gaya hidup sehat penghuninya.

Secara spesifikasi, unit yang ditawarkan memiliki dimensi mulai dari 8x15 hingga 12x15 meter dengan desain dua lantai. Dengan banderol harga mulai dari Rp4,4 miliar, segmen ini menyasar kaum urban yang mencari keseimbangan antara lokasi strategis dan kualitas hidup.

Baca Juga: Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia

Para analis menilai, kombinasi antara konsep kawasan yang kuat, fasilitas lengkap, serta potensi investasi jangka panjang menjadi magnet utama bagi konsumen di tengah pulihnya ekonomi nasional tahun ini.

Load More