Bisnis / Makro
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:25 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia memberlakukan WFH setiap Jumat bagi ASN sebagai respons kenaikan harga minyak dunia akibat konflik global.
  • Kebijakan ini bertujuan mentransformasi budaya kerja serta mendorong efisiensi konsumsi Bahan Bakar Minyak.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan kebijakan ini berlaku mulai Selasa (31/3/2026) untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH atau kerja dari rumah) tiap hari Jumat untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) demi efisiensi kenaikan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat vs Iran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai kebijakan WFH untuk ASN sehari seminggu ini dilakukan untuk mengubah budaya dan bertransformasi dalam menghadapi geopolitik yang mempengaruhi seluruh negara di dunia.

"Saya kira ini menjadi momentum yang sangat baik untuk kita semua, seluruh masyarakat Indonesia," kata Mensesneg dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Ia menyatakan, kebijakan tersebut berdampak pada bagaimana Pemerintah mengefisienkan cara bekerja, bertransformasi di sektor transportasi, hingga mengubah pemakaian konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

"Bagaimana kita mengefisienkan cara bekerja kita, mengefisienkan dan mengubah bertransformasi cara bertransportasi kita, mengubah pemakaian konsumsi BBM dari aktivitas kita sehari-hari," beber dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan, Pemerintah resmi menerapkan kebijakan WFH untuk ASN dan PNS tiap hari Jumat.

"Penerapan work from home bagi ASN, aparatur sipil negara, di instansi pusat dan daerah, yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui Surat Edaran dari MenPANRB dan SE Mendagri, termasuk di dalam skema work from home yang diatur sebagai berikut, mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Load More