- Indeks Harga Saham Gabungan melesat 1,43 persen ke level 7.149 pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu 1 April 2026.
- Sebanyak 429 saham mencatatkan kenaikan dengan volume transaksi 1,88 miliar saham senilai Rp1,16 triliun pada awal sesi perdagangan tersebut.
- IHSG diproyeksikan bergerak terbatas dengan potensi melemah akibat sentimen domestik terkait kebijakan subsidi BBM dan aturan batas minimum free float.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di awal perdagangan Rabu, 1 April 2026. IHSG melesat 1,43 persen ke level 7,149.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih di zona hijau naik 1,43 persen ke level 7.149.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,88 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,16 triliun, serta frekuensi sebanyak 111.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 429 saham bergerak naik, sedangkan 122 saham mengalami penurunan, dan 407 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, UVCR, YPAS, RANC, HELI, CHEM, WEHA, LEAD, RONY, PEHA, JAYA, MERK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NZIA, FWCT, POLA, LUCY, IDEA, PPRE, ASPI, TALF, MTLA, PTPSD, BANK.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, di tengah tekanan sentimen global dan domestik yang belum mereda.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan IHSG secara teknikal berada dalam fase konsolidasi dengan potensi pelemahan lanjutan.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
Area support diperkirakan berada di kisaran 6.950 hingga 7.000, sementara resistance berada pada level 7.100 hingga 7.140.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,61 persen ke level 7.048 pada perdagangan kemarin. Tekanan jual terlihat cukup dominan dengan aksi net foreign sell mencapai Rp1,17 triliun.
Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menguat di awal sesi, namun kembali tertekan akibat dominasi transaksi jangka pendek serta aksi ambil untung (profit taking) di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi.
Dari sisi global, sentimen pasar sebenarnya cukup positif. Bursa Wall Street kompak menguat dengan indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,49 persen ke level 46.341,51. Kemudian S&P 500 menguat 2,91 persen ke 6.528,52 dan Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen ke 21.590,63.
Namun, sentimen domestik masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pemerintah yang memastikan tidak ada kenaikan harga BBM pada April dinilai berpotensi meningkatkan beban subsidi dan memperlebar risiko defisit APBN.
Selain itu, kebijakan baru Bursa Efek Indonesia terkait kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang mulai berlaku sejak 31 Maret 2026 juga menjadi faktor yang dicermati investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia
-
Tarif Listrik Tak Naik Hingga Juni 2026
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur