- Pemerintah Indonesia menurunkan harga patokan ekspor konsentrat tembaga dan emas pada periode pertama April 2026 akibat pelemahan harga global.
- Penurunan harga komoditas logam tersebut dipicu oleh koreksi pasar internasional yang berdampak signifikan pada nilai ekspor sektor pertambangan nasional.
- Penurunan harga acuan tersebut berpotensi menekan nilai ekspor dan penerimaan negara yang bersumber dari sektor bea keluar komoditas tambang.
Suara.com - Koreksi harga komoditas logam di pasar global mulai berdampak pada kinerja ekspor sektor pertambangan Indonesia.
Pemerintah mencatat penurunan harga patokan ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dan emas pada periode pertama April 2026, seiring melemahnya harga acuan internasional.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyebutkan bahwa HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.497,50 dolar AS per wet metric ton (WMT), turun 4,35 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan tekanan dari pasar global yang turut memengaruhi struktur harga komoditas tambang nasional.
"Penurunan nilai HPE konsentrat tembaga pada periode ini dipicu oleh koreksi harga mineral penyusun tembaga di pasar global. Harga mineral tersebut menjadi rujukan dalam penghitungan HPE konsentrat tembaga periode pertama April 2026," ujar Tommy kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya tembaga, harga emas juga mengalami penurunan signifikan. HPE emas tercatat turun dari 165.118,45 dolar AS per kilogram menjadi 157.267,62 dolar AS per kilogram.
Sementara itu, harga referensi emas juga melemah dari 5.135,76 dolar AS per troy ounce menjadi 4.891,57 dolar AS per troy ounce.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan serentak pada komoditas logam mulia yang selama ini menjadi salah satu penopang ekspor Indonesia.
"Penurunan HPE dan HR emas terjadi akibat adanya koreksi pasar setelah tren kenaikan di periode sebelumnya, seiring dengan penyesuaian di pasar keuangan global," kata Tommy.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan
Secara keseluruhan, tren penurunan harga logam ini dipicu oleh pelemahan harga mineral di pasar internasional.
Dalam periode pengumpulan data, harga tembaga tercatat turun 3,53 persen, emas turun 4,75 persen, dan perak bahkan terkoreksi hingga 7,68 persen.
Penurunan harga ini berpotensi memengaruhi penerimaan negara dari sektor ekspor, mengingat HPE menjadi acuan dalam penetapan bea keluar komoditas tambang. Ketika harga acuan turun, nilai ekspor dan potensi penerimaan negara juga ikut tertekan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penetapan HPE dan harga referensi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika global serta masukan lintas kementerian.
Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan penerimaan negara.
"Penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," pungkas Tommy.
Berita Terkait
-
Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya
-
Daftar Harga Emas Batangan di Pegadaian Hari Ini, Rabu 18 Maret 2026
-
Emas Antam Lebih Murah Lagi Hari Ini, Harganya Turun Rp 4.000
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Turun Jadi Rp 2,9 Juta per Gram
-
Harga Emas Galeri 24 dan UBS Pegadaian Stabil, Cek Update Terkini
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia