Bisnis / Properti
Jum'at, 03 April 2026 | 13:46 WIB
Ilustrasi kredit rumah. (Dok: Vecteezy)
Baca 10 detik
  • Kredit properti tumbuh 13% dan konstruksi naik 20% di awal 2026.
  • Little Siam PIK2 tawarkan rukan strategis mulai Rp5,7 miliar di jalur utama.
  • Tersedia skema cicilan fleksibel hingga 60 kali tanpa bunga bagi investor.

Suara.com - Sektor properti nasional menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global, industri ini justru mencatatkan tren penguatan yang signifikan. Data Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyaluran kredit properti sepanjang 2025 tumbuh manis di angka 13% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa properti masih menjadi "primadona" investasi yang stabil bagi masyarakat. Tak hanya hunian, sektor konstruksi yang menjadi tulang punggung ekosistem ini bahkan melonjak drastis hingga di atas 20%.

Geliat ini terlihat dari masifnya pembangunan proyek baru, terutama pada konsep kawasan terpadu (mixed-use). Salah satu yang tengah mencuri perhatian adalah pengembangan kawasan Little Siam di Millennial Park, PIK2. Kawasan ini memadukan fungsi hunian, bisnis, hingga pariwisata dalam satu titik.

Little Siam tak sekadar menawarkan tempat usaha, tapi juga destinasi wisata dengan arsitektur khas Thailand dan kehadiran delapan rupang dewa-dewi yang ikonik. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di pesisir utara Jakarta dengan trafik pengunjung yang tinggi.

Bagi investor yang ingin mencicipi manisnya pertumbuhan PIK2, saat ini masih tersedia unit Rumah Toko (Rukan) tipe Boulevard. Rukan ini memiliki dimensi 4,5 x 15 meter setinggi tiga lantai, tepat di jalur strategis Boulevard Asia-Afrika.

Soal harga, unit rukan ini dipasarkan mulai dari Rp5,7 miliar. Menariknya, pengembang menawarkan skema pembayaran yang sangat fleksibel untuk menjaga daya beli investor.

Selain tunai, konsumen bisa memanfaatkan opsi cicilan hingga 60 kali tanpa bunga. Dengan potensi perputaran ekonomi dari aktivitas wisata, ibadah, hingga sosial yang menyatu, investasi di koridor ini dinilai sangat menjanjikan untuk jangka panjang.

Load More