Bisnis / Makro
Senin, 06 April 2026 | 07:56 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
Baca 10 detik
  • IHSG mengalami tekanan sebesar 2,2 persen pekan lalu akibat aksi jual bersih investor asing senilai Rp864 miliar.
  • Pasar global cenderung variatif karena sentimen geopolitik Timur Tengah serta penantian investor terhadap rilis data inflasi terbaru.
  • Investor disarankan mencermati sektor energi dan komoditas dengan skema speculative buy pada sejumlah saham pilihan yang tersedia.

Suara.com - Pasar ekuitas domestik mengawali pekan ini dengan perhatian penuh pada level psikologis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan cukup dalam pada pekan lalu dengan koreksi mencapai 2,2 persen.

Pelemahan ini turut dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai kurang lebih Rp864 miliar.

Beberapa saham yang menjadi sasaran jual asing meliputi BBRI, BMRI, ANTM, PTRO, hingga CUAN. Secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase krusial untuk menguji support kuat di level 7000.

Jika indeks gagal bertahan di atas angka tersebut, koreksi jangka pendek diperkirakan dapat berlanjut ke rentang 6850 hingga 6950. Namun, apabila IHSG mampu memantul di level 7000, terdapat peluang terjadinya technical rebound dalam waktu dekat.

Support IHSG: 6950 – 7000
Resistance IHSG: 7070 – 7150

Wall Street Ditutup Variatif Menjelang Libur Panjang

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam (mixed) pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor cenderung bersikap konservatif menjelang libur Jumat Agung.

Indeks Dow Jones melemah tipis 0,13 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat tipis 0,11 persen dan 0,18 persen.

Ketenangan pasar sedikit terjaga setelah munculnya sinyal diplomatik dari Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Iran dikabarkan tengah menyusun protokol dengan Oman terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini

Langkah ini, ditambah dengan upaya mediasi dari puluhan negara, meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan.

Meskipun demikian, harga minyak mentah sempat melonjak signifikan sebelum akhirnya sedikit melandai. Minyak mentah AS sempat melesat 11 persen ke level US$ 111 per barel, sementara Brent mendekati US$ 108 per barel.

Berlawanan dengan Wall Street yang variatif, bursa Asia justru menunjukkan tren penguatan moderat pada perdagangan Jumat lalu, meskipun sebagian besar pasar sedang libur. Indeks Nikkei 225 naik 1,26 persen dan Kospi Korea Selatan melesat signifikan hingga 2,74 persen.

Sentimen positif di Asia didorong oleh ekspektasi bahwa ketegangan antara AS, Israel, dan Iran mulai menemukan titik terang menuju penyelesaian.

Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi terbaru serta laporan kinerja emiten yang akan mulai dipublikasikan pada awal pekan ini guna mengukur dampak riil konflik terhadap fundamental pasar.

Berdasarkan situasi pasar terkini, berikut adalah beberapa saham yang dapat dicermati untuk ide trading hari ini melalui skema speculative buy:

Load More