Bisnis / Keuangan
Senin, 06 April 2026 | 09:16 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada awal perdagangan, IHSG turun hingga 0,78% ke level 6.972 dengan dominasi saham melemah.
  • Pernyataan Donald Trump soal rencana serangan ke Iran memicu risk off dan lonjakan harga minyak.
  • Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih melemah dengan pola descending triangle, ditambah sentimen regulasi domestik dan aksi jual asing

Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur turun pada awal perdagangan Senin, 6 April 2026. IHSG merosot ke level 7,001.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus memburuk dengan turun 0,78 persen ke level 6.972.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,78 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 132.600 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 187 saham bergerak naik, sedangkan 370 saham mengalami penurunan, dan 401 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi perdagangan IHSG hari ini [Ist/Antara]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, FORU, YPAS, TRUS, ESIP, MSIN, DUTI, MSKY, APLI, OILS, POLA, LPGI,

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DATA, IFSH, SOTS, ALKA, ATAP, ROCK, SOHO, RLCO, DSSA, BREN, AKSI/

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada awal pekan ini, seiring meningkatnya sentimen risk off global dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan pasar global masih cenderung mixed. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah tipis 0,13 persen ke level 46.504,67, sementara S&P 500 naik 0,11 persen dan Nasdaq Composite menguat 0,18 persen.

Baca Juga: Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi

Dari domestik, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,19 persen dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp 864 miliar.

Tekanan pasar disebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan rencana serangan 'extremely hard' terhadap Iran dalam 2–3 pekan ke depan. Hal ini mendorong kembali sentimen penghindaran risiko (risk off) dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

"Pernyataan Donald Trump terkait rencana untuk penyerangan 'Extreamly Hard' kepada Iran dalam 2-3 pekan kedepan membuat pasar kembali pada sentimen risk offnya dan komoditas minyak kembali melambung tinggi," tulis riset tersebut.

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan membentuk pola descending triangle, mengarah ke level support di kisaran 7.000 hingga 6.950.

Selain faktor global, pasar juga dibayangi sentimen dari dalam negeri. Investor akan mencermati kebijakan regulator terkait kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi. Setidaknya terdapat sembilan saham yang telah dirilis dan berpotensi memicu fluktuasi pergerakan pasar pada awal pekan ini.

Lebih lanjut, riset tersebut menyebutkan fokus pasar masih akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Trump bahkan memberikan tenggat waktu kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan dalam 48 jam atau menghadapi konsekuensi besar.

Load More