- Pada awal perdagangan, IHSG turun hingga 0,78% ke level 6.972 dengan dominasi saham melemah.
- Pernyataan Donald Trump soal rencana serangan ke Iran memicu risk off dan lonjakan harga minyak.
- Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih melemah dengan pola descending triangle, ditambah sentimen regulasi domestik dan aksi jual asing
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur turun pada awal perdagangan Senin, 6 April 2026. IHSG merosot ke level 7,001.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus memburuk dengan turun 0,78 persen ke level 6.972.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,78 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 132.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 187 saham bergerak naik, sedangkan 370 saham mengalami penurunan, dan 401 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, FORU, YPAS, TRUS, ESIP, MSIN, DUTI, MSKY, APLI, OILS, POLA, LPGI,
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DATA, IFSH, SOTS, ALKA, ATAP, ROCK, SOHO, RLCO, DSSA, BREN, AKSI/
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada awal pekan ini, seiring meningkatnya sentimen risk off global dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan pasar global masih cenderung mixed. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah tipis 0,13 persen ke level 46.504,67, sementara S&P 500 naik 0,11 persen dan Nasdaq Composite menguat 0,18 persen.
Baca Juga: Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
Dari domestik, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,19 persen dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp 864 miliar.
Tekanan pasar disebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan rencana serangan 'extremely hard' terhadap Iran dalam 2–3 pekan ke depan. Hal ini mendorong kembali sentimen penghindaran risiko (risk off) dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
"Pernyataan Donald Trump terkait rencana untuk penyerangan 'Extreamly Hard' kepada Iran dalam 2-3 pekan kedepan membuat pasar kembali pada sentimen risk offnya dan komoditas minyak kembali melambung tinggi," tulis riset tersebut.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan membentuk pola descending triangle, mengarah ke level support di kisaran 7.000 hingga 6.950.
Selain faktor global, pasar juga dibayangi sentimen dari dalam negeri. Investor akan mencermati kebijakan regulator terkait kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi. Setidaknya terdapat sembilan saham yang telah dirilis dan berpotensi memicu fluktuasi pergerakan pasar pada awal pekan ini.
Lebih lanjut, riset tersebut menyebutkan fokus pasar masih akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Trump bahkan memberikan tenggat waktu kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan dalam 48 jam atau menghadapi konsekuensi besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Elnusa Perkuat Transformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
-
94.294 Nomor Kontak Diblokir, Dana Penipuan Hampir Rp600 Miliar
-
Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang