- IHSG mengalami tekanan sebesar 2,2 persen pekan lalu akibat aksi jual bersih investor asing senilai Rp864 miliar.
- Pasar global cenderung variatif karena sentimen geopolitik Timur Tengah serta penantian investor terhadap rilis data inflasi terbaru.
- Investor disarankan mencermati sektor energi dan komoditas dengan skema speculative buy pada sejumlah saham pilihan yang tersedia.
Suara.com - Pasar ekuitas domestik mengawali pekan ini dengan perhatian penuh pada level psikologis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan cukup dalam pada pekan lalu dengan koreksi mencapai 2,2 persen.
Pelemahan ini turut dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai kurang lebih Rp864 miliar.
Beberapa saham yang menjadi sasaran jual asing meliputi BBRI, BMRI, ANTM, PTRO, hingga CUAN. Secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase krusial untuk menguji support kuat di level 7000.
Jika indeks gagal bertahan di atas angka tersebut, koreksi jangka pendek diperkirakan dapat berlanjut ke rentang 6850 hingga 6950. Namun, apabila IHSG mampu memantul di level 7000, terdapat peluang terjadinya technical rebound dalam waktu dekat.
Support IHSG: 6950 – 7000
Resistance IHSG: 7070 – 7150
Wall Street Ditutup Variatif Menjelang Libur Panjang
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam (mixed) pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor cenderung bersikap konservatif menjelang libur Jumat Agung.
Indeks Dow Jones melemah tipis 0,13 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat tipis 0,11 persen dan 0,18 persen.
Ketenangan pasar sedikit terjaga setelah munculnya sinyal diplomatik dari Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Iran dikabarkan tengah menyusun protokol dengan Oman terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
Langkah ini, ditambah dengan upaya mediasi dari puluhan negara, meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan.
Meskipun demikian, harga minyak mentah sempat melonjak signifikan sebelum akhirnya sedikit melandai. Minyak mentah AS sempat melesat 11 persen ke level US$ 111 per barel, sementara Brent mendekati US$ 108 per barel.
Berlawanan dengan Wall Street yang variatif, bursa Asia justru menunjukkan tren penguatan moderat pada perdagangan Jumat lalu, meskipun sebagian besar pasar sedang libur. Indeks Nikkei 225 naik 1,26 persen dan Kospi Korea Selatan melesat signifikan hingga 2,74 persen.
Sentimen positif di Asia didorong oleh ekspektasi bahwa ketegangan antara AS, Israel, dan Iran mulai menemukan titik terang menuju penyelesaian.
Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi terbaru serta laporan kinerja emiten yang akan mulai dipublikasikan pada awal pekan ini guna mengukur dampak riil konflik terhadap fundamental pasar.
Berdasarkan situasi pasar terkini, berikut adalah beberapa saham yang dapat dicermati untuk ide trading hari ini melalui skema speculative buy:
Berita Terkait
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal
-
IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya