- PPRE mendapatkan proyek konstruksi di Halmahera yang menunjang aktivitas industri pertambangan nikel.
- Proyek ini dinilai memperkuat portofolio sekaligus menjadi sinyal pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
- Pembangunan mencakup earthwork hingga struktur untuk meningkatkan efisiensi kawasan industri.
Suara.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali meraih kontrak baru untuk proyek konstruksi di kawasan strategis pertambangan. Kali ini, perseroan mendapatkan pekerjaan pembangunan jembatan box culvert di Halmahera, Maluku Utara.
Kontrak tersebut diperoleh dari PT Positon dan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PPRE dalam mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan industri dan pertambangan nasional, khususnya sektor nikel yang tengah berkembang pesat.
Lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan PPRE mencakup earthwork, pavement, hingga structure work.
Proyek ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas serta efisiensi operasional di wilayah tersebut, seiring meningkatnya aktivitas industri pertambangan nikel di Halmahera.
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah, mengatakan perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari mitra kerja terhadap kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi yang terintegrasi.
"Proyek ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperluas kontribusi pada pembangunan infrastruktur penunjang sektor pertambangan. Dengan pengalaman dan kompetensi yang kami miliki, PPRE optimis dapat menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu, dengan kualitas yang terjaga," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Vice President Corporate Secretary PPRE, Mei Elsa Kembaren, menilai kontrak ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan ke depan.
"Perolehan kontrak ini tidak hanya memperkuat portofolio proyek PPRE, tetapi juga menjadi sinyal positif atas prospek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kami terus berkomitmen untuk menjaga disiplin operasional dan kualitas eksekusi guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.
Sejalan dengan visinya sebagai perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terintegrasi, PPRE terus mengedepankan sinergi, inovasi, dan efisiensi dalam setiap lini bisnisnya.
Baca Juga: Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen
Dengan tambahan kontrak baru ini, PPRE optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat kontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan
-
BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur
-
Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN
-
CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar
-
Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara
-
Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat
-
Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!
-
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
-
IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya