- Presiden Amerika Serikat menangguhkan rencana serangan militer terhadap Iran selama 14 hari melalui upaya diplomasi pada 8 April 2026.
- Keputusan tersebut memicu anjloknya harga minyak mentah dunia hingga 16 persen karena kekhawatiran gangguan pasokan energi mereda seketika.
- Sebagai syarat gencatan senjata, Iran diwajibkan membuka kembali Selat Hormuz demi menjaga stabilitas distribusi energi global saat ini.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, Amerika Serikat menetapkan syarat mutlak bagi Republik Islam Iran untuk segera melakukan pembukaan Selat Hormuz secara "lengkap, segera, dan aman".
Jalur perairan ini merupakan urat nadi distribusi minyak dunia, di mana pemblokiran yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan lonjakan inflasi energi di tingkat global.
Meski pasar merespons positif dengan penurunan harga komoditas, dinamika politik antara kedua negara tetap menunjukkan persaingan klaim kemenangan.
Seperti yang dikutip via CNBC, dari sisi Amerika Serikat, Trump menyatakan bahwa penangguhan serangan dilakukan karena militer AS dianggap telah mencapai dan melampaui target strategis yang ditetapkan.
Trump menyebutkan bahwa pihak AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai basis negosiasi yang masuk akal.
“Hampir semua poin yang diperdebatkan di masa lalu telah disepakati, dan periode dua minggu ini akan digunakan untuk merampungkan perjanjian permanen,” tulis Trump.
Di sisi lain, pihak Iran melalui kantor berita Mehr merilis pernyataan dari sekretariat Dewan Keamanan Nasional Agung yang mengklaim bahwa Amerika Serikat telah "menyerah pada kehendak rakyat Iran" meskipun sebelumnya sempat melontarkan ancaman serangan besar-besaran.
Pihak Teheran menegaskan kesiapan mereka untuk terus bernegosiasi selama tuntutan nasional terpenuhi, namun tetap siaga jika kesepakatan tidak tercapai di masa depan.
Penangguhan militer ini dipandang sebagai titik balik krusial dalam krisis Timur Tengah 2026. Sebelumnya, pada Selasa pagi, retorika perang sempat memuncak saat Trump memberikan peringatan keras bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini”.
Baca Juga: Selat Hormuz Tak Lagi Sama: IRGC Umumkan 'Tatanan Baru' yang Mengancam AS dan Israel
Berita Terkait
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg
-
Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz
-
Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak