- Hingga Februari 2026, Bank Mandiri menyalurkan kredit infrastruktur senilai Rp491,63 triliun untuk mendukung pembangunan nasional di seluruh Indonesia.
- Penyaluran kredit tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 30,8 persen secara tahunan untuk membiayai berbagai subsektor strategis dan produktif.
- Direktur Utama Riduan menyatakan pembiayaan ini bertujuan meningkatkan konektivitas, daya saing ekonomi, serta pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.
Suara.com - Bank Mandiri terus mempercepat pembangunan nasional melalui penyaluran kredit infrastruktur yang tumbuh berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi untuk memperkuat fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan sektor infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, perseroan terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis guna meningkatkan daya saing dan pemerataan ekonomi.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," ujar Riduan dalam siaran pers yang diterima, Rabu (8/4/2026).
Bank Mandiri meyakini pembangunan infrastruktur akan memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha, serta menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.
Hingga Februari 2026, penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri tercatat mencapai Rp491,63 triliun.
Angka ini tumbuh 30,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.
Penyaluran kredit tersebut mencerminkan kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri yang didukung sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan komprehensif dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha
Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis, seperti jalan dan transportasi, minyak dan gas serta energi terbarukan, ketenagalistrikan, telematika, perumahan rakyat, fasilitas perkotaan, hingga konstruksi.
Proyek yang dibiayai mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang berdampak langsung terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.
“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional," tambahnya.
Ia melihat, infrastruktur memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi ekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor produktif di berbagai wilayah.
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun atau tumbuh 18,45 persen secara tahunan.
Sementara itu, subsektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 178,19 persen menjadi Rp85,84 triliun.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Jaminkan Kredit, Jamkrindo Syariah Tebar Zakat Rp 1,09 Miliar
-
OJK Tegaskan Debitur Bank Tak Kebal Hukum, Pelaku Manipulasi Kredit Dipenjara
-
BRI KKB Tawarkan Bunga Mulai 2,85% Flat, Kredit Mobil Baru Kini Bisa Diajukan Lewat BRImo
-
Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Mudik Gratis ke 80 Kota
-
PT SMI Rilis Obligasi Ritel ORIS, Target Kantongi Investasi Rp 300 Miliar
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!
-
Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat
-
Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
-
Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi
-
Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa