- Presiden AS Donald Trump menangguhkan serangan militer ke Iran selama dua minggu setelah tercapai kesepakatan diplomatik baru.
- Pemerintah Iran sepakat membuka akses Selat Hormuz melalui koordinasi militer setelah didesak oleh pihak otoritas Pakistan.
- Kedua negara berencana melanjutkan dialog diplomatik di Islamabad guna membahas potensi perpanjangan masa gencatan senjata tersebut.
Suara.com - Otoritas Iran akhirnya sepakat akan membuka Selat Hormuz, usai tercapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat selama dua minggu. Lewat pernyataannya di sosial medianya, Presiden AS, Donald Trump menyatakan membatalkan serangannya ke Iran.
Mengutip dari Al Jazeera, Trump melunak setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir membujuknya.
"Dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump lewat platform Truth Social yang dikutip pada Rabu (8/4/2026).
Pernyataan tersebut dirilis secara publik pada pukul 18.32 waktu setempat, hanya berselang sekitar 90 menit sebelum batas waktu (tenggat) serangan pukul 20.00 yang diinstruksikan oleh Trump.
Usai pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengknfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai.
Dalam pengumumannya, ia juga menyebutkan pembukaan akses aman di Selat Hormuz selama dua pekan yang pelaksanaannya akan dikoordinasikan langsung oleh militer Iran dengan memperhatikan kendala teknis di lapangan.
"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," ujarnya.
Araghchi, turut mengapresiasi peran Pakistan yang di saat-saat terakhir mendesak AS untuk membatalkan serangan udaranya.
Senada dengan itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberi sinyal bahwa masa gencatan senjata dua minggu tersebut berpeluang diperpanjang, dengan catatan proses negosiasi menunjukkan hasil positif.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
Rencananya, Islamabad akan menjadi tuan rumah bagi kelanjutan dialog diplomatik ini dalam beberapa pekan ke depan.
Berita Terkait
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang
-
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!