- Ketua Umum API Julfi Hadi menyebut aspek komersialisasi menjadi kendala utama pengembangan PLTP di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
- Pemerintah diharapkan melakukan revisi Perpres 112 untuk memberikan insentif serta penyesuaian tarif yang mendukung nilai keekonomian proyek.
- Pengembang perlu melakukan terobosan untuk menekan belanja modal serta mengoptimalkan produksi guna mempercepat pengembangan sektor panas bumi nasional.
Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menyebut tantangan pengembangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) atau geothermal di Indonesia adalah aspek komersialisasi atau atau nilai keekonomian proyek.
"Tentunya kita semua sudah tahu sini, kita semua juga geothermalis, bahwa masalah panas bumi adalah komersil," kata Julfi dalam sambutannya pada agenda 'The Launch of The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026' di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Julfi menyebut pada 2024, API bersama Kementerian ESDM, dan konsultan telah menghitung ulang nilai komersial panas bumi berdasarkan harga wajar tahun 2012.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi besaran imbal hasil (return) sesuai Perpres, ekspektasi pengembang listrik swasta (IPP), serta besarnya kesenjangan (gap) yang ada.
"Dan berdasarkan 40 tahun pengembangan geothermal di Indonesia, tentunya kita sudah bisa mengerti, meng-identify key driver bagaimana untuk mengekselerasi panas bumi, biar panas bumi bisa berjalan," ujarnya.
Dia pun menyebut, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan tersebut. Kolaborasi dengan IPP, kolaborasi antara IPP dan service company, serta kolaborasi antara IPP, service company dan Kementerian ESDM.
"Jadi, fundamentalnya nomor satu, adalah bagaimana me-resolve commerciality yang selalu menjadi bottlenecking di Indonesia kalau kita benar-benar mau men-trigger geothermal ini," ujar Julfi.
Jufli menawarkan dua solusi yang melibatkan peran pemerintah dan pengembang.
Dari sisi pemerintah, API mengharapkan adanya perbaikan signifikan dalam skema insentif dan penyesuaian tarif melalui revisi Perpres 112.
Baca Juga: Laris Manis! KAI Angkut 5 Juta Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026
"Tentunya hoping kami, adalah significant improvement di workable incentive dan tarif adjustment, tarif increase atau tarif scheme, apa saja yang bisa meng-improve commerciality. Itu pemerintah," ujarnya.
Sementara dari sisi pengembang atau IPP harus untuk melakukan terobosan dalam menekan belanja modal atau Capital Expenditure (Capex), serta melakukan optimalisasi produksi.
""Berbicara menurunkan Capex, kata kuncinya adalah breakthrough, either contract strategy longer, manufacturing atau teknologi, dan lain-lain, ditambah optimisasi dari produksi," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!