- PT KAI mencatat 96,5 persen (4.342.343 tiket) telah terjual pada periode Angkutan Lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026.
- Penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh telah melampaui kapasitas, mencapai 104,0 persen dari total kursi disediakan.
- KAI menyarankan calon penumpang memanfaatkan pilihan tanggal dan relasi perjalanan alternatif karena tiket hampir habis.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hampir habis seiring menguatnya arus balik.
Tingginya mobilitas masyarakat pasca Idulfitri membuat kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling diminati.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan, hingga 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket telah mendekati kapasitas yang disediakan selama periode angkutan Lebaran.
"Tiket yang telah terjual mencapai 4.342.343 atau 96,5 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026," ujar Anne kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan kereta api, khususnya pada fase arus balik.
Pergerakan penumpang yang terus meningkat menunjukkan kereta api menjadi pilihan utama untuk perjalanan yang terjadwal dan memiliki kepastian waktu tempuh.
Ia menyebut tren penjualan tiket ini juga mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat.
"Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian perjalanan," jelasnya.
Tingginya penjualan tiket juga terlihat pada layanan Kereta Api Jarak Jauh yang bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia. Hal ini menandakan permintaan perjalanan jarak jauh meningkat signifikan pada momen Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun
"Penjualan tiket telah mencapai 3.713.781 atau 104,0 persen dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk," ungkapnya.
Lonjakan pergerakan pelanggan juga terlihat dalam beberapa hari terakhir menjelang arus balik. Data menunjukkan jumlah penumpang terus meningkat hingga mencapai ratusan ribu orang per hari.
"Pada 24 Maret mencapai 250.616 pelanggan dengan okupansi 153,3 persen," tambah dia.
Memasuki 25 Maret, tren tersebut masih berlanjut dengan tingkat okupansi yang tetap tinggi. Hal ini memperkuat indikasi bahwa puncak arus balik tengah berlangsung.
"Hingga pagi hari, sebanyak 205.975 pelanggan KA Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 126 persen," lanjutnya.
Meski tiket hampir habis, KAI memastikan masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan perjalanan dengan memanfaatkan alternatif yang tersedia. Salah satunya melalui pemilihan tanggal dan relasi berbeda.
"Ketersediaan tempat duduk pada sejumlah perjalanan masih dapat dimanfaatkan dengan memilih tanggal dan relasi alternatif," pungkas Anne.
Berita Terkait
-
Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan
-
Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran
-
Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!