- Pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk listrik, tetapi juga menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah bagi ribuan masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan.
- Teknologi pemanas berbasis panas bumi mampu meningkatkan bobot ikan secara signifikan dan mempercepat masa panen, sehingga produksi pangan lebih efisien.
- Panas bumi dimanfaatkan untuk pupuk, budidaya, hingga pengolahan hasil panen, sekaligus mengurangi emisi dan limbah lingkungan.
Suara.com - Energi panas bumi kini tak hanya dimanfaatkan sebagai sumber listrik, tetapi juga mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga perikanan.
Salah satunya yang dilakukan oleh PT Pertamina Geotheral Energy Tbk. (PGEO) atau PGE melalui melalui program KANYAAH di Kamojang. Program itu mengintegrasikan energi panas bumi ke dalam sektor pertanian dan perikanan.
Program ini menghasilkan 193,8 ton pupuk organik yang digunakan di lahan seluas 12,34 hektare.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, memastikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata dari energi panas bumi.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ini adalah wujud nyata kontribusi PGE dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional," ujarnya seperti dikutip, Kamis (9/4/2026).
Tak hanya itu, teknologi pemanas berbasis geothermal juga mampu meningkatkan bobot ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor, serta mempercepat masa panen hingga 25 persen.
Secara ekonomi, dampaknya pun signifikan. Program ini telah menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total penghasilan mencapai Rp 3,08 miliar.
Atas program ini, PGE diganjar penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Ulubelu.
Selain di Kamojang, inovasi serupa juga dikembangkan di Ulubelu melalui program SAI BUMI JEJAMA.
Baca Juga: Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu
Program ini memanfaatkan panas bumi untuk mendukung pertanian dan perikanan, dengan hasil produksi mencapai 8 ton ikan per tahun, 674 kilogram sayuran, serta 120 ton pupuk organik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%