Bisnis / Keuangan
Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB
OCBC memutuskan untuk membagikan dividen tunai jumbo dari hasil laba bersih tahun buku 2025. Foto Rina-Suara.com
Baca 10 detik
  • OCBC NISP bagikan dividen Rp1,03 triliun atau Rp65/saham (Payout Ratio 20,42%).
  • DPK naik 18% jadi Rp244 triliun, didorong pertumbuhan CASA yang mencapai 24%.
  • Perseroan restui buyback 438 ribu saham dan angkat anggota DPS baru.

Suara.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi menebar kebahagiaan bagi para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4/2026), perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai jumbo dari hasil laba bersih tahun buku 2025.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa rapat telah memberikan lampu hijau untuk mengalokasikan dividen sebesar Rp65 per saham, atau setara dengan total nilai Rp1,03 triliun.

"Dividen payout ratio ini mencapai 20,42 persen dari laba bersih tahun berjalan. Selain itu, Rp1 miliar kami alokasikan sebagai cadangan umum, dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan," ujar Parwati dalam paparan RUPST di Jakarta.

Meski industri perbankan tengah dinamis, OCBC NISP menunjukkan taji pada sisi penghimpunan dana. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket 18 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp244 triliun. Menariknya, pertumbuhan ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang melonjak 24 persen, membuat rasio CASA perseroan kini bertengger di level 58 persen.

Dari sisi ketahanan, emiten bersandi saham NISP ini juga tampak "kebal" guncangan. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 24,5 persen, sebuah angka yang lebih dari cukup untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

Di tengah penurunan pendapatan bunga bersih akibat perlambatan kredit dan margin bunga yang menyusut, OCBC NISP berhasil memutar strategi. Pendapatan non-bunga (fee-based income) justru melesat, ditopang oleh cuan dari penjualan surat berharga dan transaksi valuta asing.

"Kinerja ini mencerminkan strategi diversifikasi pendapatan kami di tengah dinamika industri perbankan," tegas Parwati.

Tak hanya bagi-bagi dividen, RUPST juga menyetujui aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 438 ribu lembar. Saham ini nantinya dipersiapkan untuk remunerasi variabel bagi direksi dan karyawan sebagai bentuk apresiasi kinerja.

Selain itu, penyegaran dilakukan di struktur pengawasan dengan pengangkatan Habibullah dan Aini Masruroh sebagai anggota baru Dewan Pengawas Syariah, guna memperkuat lini bisnis syariah perseroan.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Dipastikan Jumpa Vietnam

Load More