Bisnis / Ekopol
Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB
Sebanyak 36 IKM Kota Surabaya dinyatakan siap ekspor setelah melalui seleksi bersama ECS Kemendag RI (Dok: Pemkot Surabaya)

Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup rangkaian Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 dengan capaian yang melampaui target awal, baik dari sisi nilai ekspor maupun penyerapan tenaga kerja. Ajang yang menggabungkan bursa kerja (job fair) dan pertemuan bisnis (business matching) internasional ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan industri dalam negeri dan perluasan pasar ekspor.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan SIL Festival 2026 merupakan bagian dari upaya pemkot dalam mendorong perluasan ekspor dan memperkuat struktur ekonomi berbasis industri lokal. Ia menilai konsistensi ekspor Surabaya yang berlangsung setiap tahun, menjadi indikator bahwa sektor industri lokal tetap bergerak dan adaptif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan penyelenggaraan SIL Festival 2026 bagian dari upaya pemkot mendorong perluasan ekspor dan memperkuat struktur ekonomi berbasis industri lokal (Dok: Pemkot Surabaya)

"Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan," ujar Wali Kota Eri saat pemberangkatan ekspor dalam rangkaian SIL Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Rabu (8/4/2026)

Dalam forum tersebut, nilai ekspor produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Surabaya tercatat mencapai 2,73 juta dolar AS atau melampaui target awal sebesar 1 juta dolar AS. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa sektor industri lokal Surabaya terus berkembang dan mampu menembus pasar internasional. "Total yang terkirimkan ekspor adalah 2,73 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, menggeliat terus, bergerak terus," katanya.

Selain capaian ekspor, Pemkot Surabaya juga mencatat peningkatan kapasitas pelaku usaha, dengan sekitar 36 IKM naik kelas. Pihaknya pun memastikan akan terus mendorong proses tersebut melalui pendampingan dan menjadikannya sebagai model pengembangan usaha. "Alhamdulillah saat ini juga ada 36 IKM yang naik kelas. Inilah yang terus kita akan genjot. Nanti kita akan jadikan contoh, bagaimana pergerakan itu," tegasnya.

SIL Festival disupport dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo (Dok: Pemkot Surabaya)

Wali Kota Eri juga mengungkap bahwa ekspor produk IKM Surabaya telah berhasil menjangkau sejumlah negara. Di antaranya, Oman, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ia menilai jangkauan pasar tersebut menunjukkan bahwa prospek ekspor bagi IKM Surabaya semakin terbuka.

"Insyaallah ada enam negara tujuan. Ini luar biasa prospeknya," imbuhnya.

Wali Kota Eri kembali menekankan bahwa peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi tidak selalu berada di garis depan, melainkan sebagai pendorong dan fasilitator bagi pelaku usaha.

"Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan selama ini, pemerintah kota mensupport, pemerintah kota mendorong, sudah berjalan dan terbukti. Karena tidak selalu pemerintah itu ada di depan," pesannya.

Baca Juga: TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi

Dalam konteks penguatan ekspor, Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pelatihan dan pendampingan bagi IKM. Oleh sebabnya, pihaknya ke depan akan mendorong generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas ekspor melalui skema pendampingan yang lebih sistematis.

"Jadi kami berpikir bahwa anak-anak hari ini, teman-teman, atau saudara-saudara kita yang ingin ekspor tidak ada kekhawatiran lagi. Nanti ada pendampingan-pendampingan yang akan kita lakukan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berwenang di bidang ini," katanya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga memaparkan bahwa IKM Surabaya yang telah berhasil menembus pasar ekspor akan dilibatkan sebagai mentor bagi pelaku usaha lain. Dengan begitu, ia berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

"Nanti yang sudah berhasil untuk ekspor akan menjadi mentor untuk adik-adik kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita yang akan melakukan ekspor," tambahnya.

Di sisi ketenagakerjaan, SIL Festival yang disupport dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Sekitar 1.200 lowongan kerja berhasil diisi oleh warga ber-KTP Surabaya melalui job fair yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

"Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) kepada perusahaan-perusahaan, karena ada Job Fair di Balai Pemuda kemarin menerima 1.200 tenaga kerja lowongan yang KTP Surabaya," tutur Wali Kota Eri.

Load More