- OKX & HashKey suntik CAEX US$380 juta demi penuhi syarat pilot kripto nasional Vietnam.
- Kolaborasi raksasa global dengan VPBankS & LynkiD untuk kepatuhan regulasi ketat.
- Investasi ini perkuat posisi Vietnam sebagai pemain kripto peringkat 4 global.
Suara.com - Dua raksasa investasi global, OKX Ventures dan HashKey Capital, resmi mengumumkan bergabungnya mereka sebagai mitra strategis dalam struktur kepemilikan Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange Joint Stock Company (CAEX).
Langkah strategis ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan modal minimum sebesar VND 10 triliun atau setara US$380 juta (sekitar Rp6,03 triliun). Pemenuhan modal ini merupakan ambang batas wajib guna berpartisipasi dalam program pilot perdagangan aset kripto nasional yang diregulasi oleh Pemerintah Vietnam.
Bergabungnya OKX Ventures dan HashKey Capital melengkapi jajaran pemegang saham pendiri yang sudah ada, yakni VPBank Securities (VPBankS) dan LynkiD. Kolaborasi ini menyatukan keahlian finansial dan teknologi domestik dengan kapabilitas aset digital berskala global.
"Kami yakin kerja sama ini memungkinkan CAEX mengoperasikan platform sesuai standar internasional. Kami berkomitmen membangun bursa yang transparan dan aman," ujar Nguyen Hong Trung, Chairman dan CEO CAEX dalam keterangan resminya, Senin (13/4/2026).
Berdasarkan ketentuan program pilot tersebut, struktur permodalan diatur secara ketat, seperti minimal 65 persen modal dasar harus berasal dari investor institusional (bank, sekuritas, atau perusahaan teknologi) dan kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen.
Investasi besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis 2025, Vietnam kini menduduki peringkat keempat dunia. Dengan lebih dari 20 juta pengguna—setengah dari populasi produktifnya—Vietnam mencatat transaksi aset digital mencapai US$220 miliar hingga Juni 2025.
Netero Dai, Vice President OKX Global Markets, menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari misi menciptakan lingkungan transaksi yang aman. Hal senada diungkapkan CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, yang melihat Vietnam sebagai lingkungan ideal bagi generasi baru perusahaan aset kripto berlisensi.
Ekspansi OKX dan HashKey di Vietnam diyakini akan membawa dampak positif bagi kepercayaan pasar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Sebagai informasi, HashKey sendiri baru saja mencatatkan sejarah dengan melakukan IPO senilai US$206 juta di Bursa Efek Hong Kong pada Desember 2025 lalu. Kehadiran para pemain besar yang teregulasi ini diharapkan memperkuat ekosistem digital di kawasan, di mana Indonesia juga tengah melakukan transisi pengawasan kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal