- Investor global tetap percaya pada ketahanan ekonomi Indonesia berkat kebijakan makroekonomi yang stabil serta konsisten sejak tahun 2026.
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menerapkan strategi suku bunga dan fiskal disiplin untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
- Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dilakukan guna menghadapi risiko fragmentasi geopolitik serta volatilitas pasar keuangan dunia saat ini.
Suara.com - Di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat, ekonomi Indonesia tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari para investor global.
Salah satunya, kredibilitas kebijakan pemerintah dan konsistensi dalam menjaga stabilitas makroekonomi dinilai sebagai faktor utama yang membuat daya tahan ekonomi nasional tetap kokoh dibandingkan negara-negara lain.
Adapun, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa bauran kebijakan Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam pertemuan dengan para pemodal internasional, Perry menjelaskan bahwa strategi Bank Indonesia saat ini berfokus pada ketahanan eksternal.
Hal ini dilakukan melalui pengelolaan suku bunga yang cermat, intervensi valuta asing yang terukur, serta penguatan likuiditas domestik.
Langkah moneter tersebut juga didukung oleh komitmen fiskal pemerintah yang disiplin, yakni menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen PDB.
Reformasi subsidi dan realokasi anggaran ke sektor produktif menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan finansial negara di mata dunia.
Selain bertemu investor, Bank Indonesia juga terlibat dalam diskusi mendalam bersama Profesor Harvard Jeffrey A. Frankel dan pakar ekonomi M. Chatib Basri.
Baca Juga: Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang
Diskusi bertajuk “Stability in an Age of Shocks: Rethinking Macro Policy in a Fragmented World" ini menyoroti risiko fragmentasi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan yang kian sulit diprediksi.
Menanggapi tantangan tersebut, Perry menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Fundamental ekonomi Indonesia yang solid, ditandai dengan pertumbuhan kuat dan inflasi yang terkendali, merupakan hasil dari koordinasi erat antarotoritas terkait.
"Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan narasi ekonomi Indonesia di panggung internasional, sekaligus menyerap perspektif geopolitik terkini sebagai masukan kebijakan," katanya.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global. Dengan menjaga persepsi pasar dan konsistensi bauran kebijakan yang responsif, Indonesia optimistis mampu menghadapi berbagai guncangan ekonomi dunia demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Berita Terkait
-
Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang
-
Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala