Bisnis / Ekopol
Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump berencana melanjutkan negosiasi perdamaian dengan Iran di Pakistan dalam dua hari ke depan.
  • AS memberlakukan blokade maritim ketat terhadap pelabuhan Iran setelah pembicaraan sebelumnya gagal mencapai kesepakatan nuklir.
  • Konflik bersenjata sejak 28 Februari 2026 telah menelan 5.000 korban jiwa serta mengancam stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis menyatakan tidak akan terlibat dalam blokade AS, meski tetap bersedia membantu pengamanan jalur maritim setelah kesepakatan tercapai.

Sementara itu, China mengecam langkah AS sebagai tindakan yang "berbahaya dan tidak bertanggung jawab."

Komplikasi Jalur Israel-Lebanon

Upaya perdamaian semakin kompleks dengan berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah. Washington dan Israel mengeklaim operasi tersebut tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata, sebuah klaim yang ditolak mentah-mentah oleh Iran.

Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara utusan Israel dan Lebanon di Washington.

Pertemuan ini disebut sebagai keterlibatan formal tingkat tinggi pertama bagi kedua negara sejak 1993, di mana Lebanon mengupayakan penghentian serangan udara Israel yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di wilayah mereka.

Hingga saat ini, gencatan senjata satu minggu terakhir dilaporkan sebagian besar masih bertahan, meski kedua belah pihak tetap melontarkan retorika perang yang tajam.

Load More