- Asuransi Jasindo meluncurkan program edukasi dan pengembangan beras sehat di Kecamatan Klari, Karawang, sejak akhir tahun 2025.
- Program ini memberikan pelatihan serta sarana produksi kepada petani lokal demi mendukung ketahanan pangan nasional dan Asta Cita.
- Kegiatan ini menyasar kelompok rentan untuk mencegah stunting melalui konsumsi beras organik bernutrisi tinggi menjelang panen April 2026.
Suara.com - Asuransi Jasindo memastikan langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan agenda Asta Cita Presiden.
Salah satunya, membuat program pengembangan serta edukasi beras sehat bagi masyarakat di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan standar kesehatan masyarakat melalui konsumsi produk pertanian berkualitas tinggi.
Program Asuransi Jasindo ini tidak hanya berfokus pada sisi produksi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Karawang.
Dengan mengedukasi warga mengenai pentingnya konsumsi beras organik yang kaya nutrisi, perusahaan berkomitmen menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi komunitas lokal, terutama kelompok rentan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan petani lokal.
Menurutnya, sinergi antara penguatan produksi dan edukasi pangan sehat berbasis komunitas adalah kunci keberhasilan program ini.
“Program pengembangan beras sehat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas hasil pertanian, tetapi juga mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Brellian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026)
Ia menjelaskan bahwa bantuan program telah mulai disalurkan pada akhir 2025. Proses penanaman diperkirakan memakan waktu 3 hingga 4 bulan, dengan target panen raya yang dijadwalkan pada April 2026 mendatang.
Baca Juga: Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
Selain memberikan pelatihan teknis kepada petani, Jasindo juga memberikan bantuan sarana produksi yang memadai.
Salah satu nilai tambah dari program ini adalah keterlibatan aktif dalam sektor kesehatan masyarakat.
Asuransi Jasindo menggandeng Posyandu dan sekolah-sekolah untuk menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu dengan balita, serta lansia.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya asupan nutrisi, termasuk kandungan zinc dan mineral dalam beras organik yang berperan krusial dalam pencegahan stunting,” jelas Brellian.
Melalui pendekatan yang komprehensif, Jasindo ingin memastikan bahwa hasil panen dari petani lokal tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh.
Ke ke depannya, Asuransi Jasindo berencana untuk terus memperkuat peran dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya ini selaras dengan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI dalam mendorong kemandirian bangsa melalui sektor strategis, khususnya pangan. Dengan menciptakan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, Jasindo optimistis dapat berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui program berkelanjutan yang berdampak nyata bagi bangsa,” tutup Brellian.
Berita Terkait
-
Prospek Industri Peternakan Cerah, Pasar Pakan Ternak Diproyeksikan Capai USD 12,5 Miliar pada 2033
-
Alasan Danantara Mau Biayai Pembangunan Peternakan Rp 20 Triliun
-
Jasindo Gercep: Klaim Jasa Marga Rp 7,3 Miliar Cair Kilat, Operasional Tol Kembali Lancar!
-
Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata
-
Gebrakan Gibran di Tangerang: Tanam Jagung Pakai Traktor, Minta Bulog Inovasi Demi Swasembada
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini
-
Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri
-
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani
-
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000
-
Cek Langsung Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Sejumlah SPBU di Bali