Suara.com - Harga plastik meroket drastis (hingga 80%) akibat krisis geopolitik di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak bumi sebagai bahan baku utama, serta gangguan rantai pasok global.
Kenaikan harga plastik naik dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak luas, dari industri besar hingga UMKM dan konsumen. Plastik yang menjadi bahan utama berbagai produk membuat kenaikan ini langsung mempengaruhi biaya produksi dan harga jual di pasar.
Salah satu penyebab harga plastik naik berasal dari gejolak energi global yang mendorong kenaikan harga bahan baku petrokimia serta gangguan distribusi pasokan. Kondisi ini membuat tekanan biaya semakin besar di seluruh rantai industri.
Dampaknya, biaya kemasan naik, memicu kenaikan harga barang pokok seperti pangan kemasan, peralatan makan sekali pakai, kantong belanja, serta produk UMKM.
Penyebab Harga Plastik Naik
Salah satu penyebab utama harga plastik naik adalah konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan minyak.
Gangguan ini mendorong kenaikan harga minyak, yang otomatis menaikkan biaya bahan baku petrokimia seperti nafta.
Dampaknya langsung terasa pada produksi plastik. Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut, dengan sekitar 70 persen bahan baku berasal dari Timur Tengah. Inilah yang membuat kenaikan harga plastik semakin sulit dihindari.
Harga Plastik Naik Drastis
Baca Juga: Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
Harga plastik di Indonesia dilaporkan naik drastis antara 40% hingga 100% per April 2026. Kondisi ini mulai memicu keluhan dari pedagang kecil hingga pelaku UMKM karena langsung menekan biaya operasional.
Beberapa rincian kenaikan di lapangan menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan. Harga plastik kresek naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak. Plastik ukuran jumbo bahkan melonjak dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 per pak.
Sementara itu, plastik anti panas mengalami kenaikan lebih tajam, dari Rp40.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Kenaikan ini memperkuat tekanan biaya, terutama bagi usaha makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Bahan Pokok yang Terdampak Kenaikan Harga Plastik
1. Beras
Harga beras medium dan premium mulai meningkat akibat lonjakan harga plastik kemasan dan gabah kering panen di tingkat petani.
Berita Terkait
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Lonjakan Harga Plastik dan Kebenaran yang Selama Ini Terabaikan
-
Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya: Promo Rumah dengan Bunga 1,75%, Liburan Impian Cashback Rp8 Juta
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
-
Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja