Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), per 10 April 2026, harga rerata nasional beras medium I dan II di pasar rakyat masing-masing Rp 16.050 per kilogram (kg) dan Rp 15.900 per kg. Dalam sepekan, harga beras medium I naik 0,63 persen, sedangkan medium II 0,32 persen.
2. Pangan & Makanan Ringan
Kemasan plastik untuk tempe, tahu, beras, tepung, minyak goreng, dan makanan ringan. Harga minyak goreng mencatat kenaikan paling konsisten di antara komoditas lain:
- Minyak goreng curah: Rp20.250/kg (naik 1,25% atau Rp250)
- Minyak goreng kemasan merek 1: Rp23.350/kg (naik 0,65% atau Rp150)
- Minyak goreng kemasan merek 2: Rp22.450/kg (naik 0,9% atau Rp200)
Harga gula juga mengalami kenaikan:
- Gula pasir premium: Rp20.200/kg (naik 0,25% atau Rp50)
- Gula pasir lokal: Rp19.150/kg (naik 0,52% atau Rp100)
3. Minuman Air Minum Dalam Kemasan
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), Firman Sukirman mengungkapkan harga minuman dalam kemasan sudah mulai mengalami kenaikan di pasar.
Adapun kenaikan harga produk AMDK, kata Firman, rata-rata berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per karton untuk kemasan plastik isi 24 maupun 48 gelas.
4. Produk Kemasan Warung
Kantong kresek, plastik kiloan, dan plastik pembungkus makanan. Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per pak, sementara jenis lain meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per pak.
Baca Juga: Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
5. Kebutuhan Rumah Tangga
Kantong sampah, wadah plastik, dan peralatan makan sekali pakai. Hampir semua jenis plastik terdampak, mulai dari kantong plastik, gelas sekali pakai, hingga peralatan makan sementara.
Plastik jenis PE yang sebelumnya dijual Rp25.000 per pak kini mencapai Rp55.000 per pak. Selain itu, thinwall naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per pak. Plastik murah yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp10.000.
Kenaikan juga terjadi pada produk lain seperti kertas pembungkus yang naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 serta sendok plastik yang melonjak dari Rp10.000 hingga dua kali lipat.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Lonjakan Harga Plastik dan Kebenaran yang Selama Ini Terabaikan
-
Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya: Promo Rumah dengan Bunga 1,75%, Liburan Impian Cashback Rp8 Juta
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
-
Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja