- Novo Nordisk & OpenAI kerja sama pakai AI untuk percepat riset dan distribusi obat inovatif.
- AI bakal optimalkan efisiensi manufaktur hingga rantai pasok global Novo Nordisk per akhir 2026.
- Fokus utama adalah temukan terapi baru bagi jutaan pasien diabetes dan obesitas lewat pola data.
Suara.com - Raksasa farmasi asal Denmark, Novo Nordisk, resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mentransformasi sektor kesehatan. Langkah ini menempatkan produsen obat diabetes dan obesitas tersebut di garis depan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat penemuan obat-obatan inovatif.
Kemitraan ini akan memanfaatkan kapabilitas AI milik OpenAI yang dikenal canggih dalam menganalisis data kompleks. Tujuannya jelas: mengidentifikasi potensi penemuan obat baru lebih cepat dan memangkas waktu dari tahap penelitian di laboratorium hingga bisa dikonsumsi oleh pasien.
Meski menggunakan teknologi tingkat tinggi, Novo Nordisk memastikan kolaborasi ini tetap memprioritaskan perlindungan data dan etika. Pengawasan manusia tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan regulasi medis yang berlaku.
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menegaskan bahwa jutaan penderita diabetes dan obesitas sangat membutuhkan pilihan pengobatan baru. Menurutnya, integrasi AI memungkinkan perusahaan melihat pola-pola data yang sebelumnya tidak mungkin terdeteksi oleh manusia.
"Mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari memampukan kami untuk menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan," ujar Doustdar dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Kerja sama ini tidak hanya berhenti di meja laboratorium. OpenAI juga akan membantu meningkatkan literasi AI bagi karyawan Novo Nordisk di seluruh dunia. Selain itu, teknologi ini bakal digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi di sektor manufaktur, rantai pasok, hingga distribusi.
Program percontohan ini akan segera meluncur di berbagai divisi, mulai dari Riset dan Pengembangan (R&D) hingga operasional komersial. Targetnya, integrasi penuh teknologi AI OpenAI di tubuh Novo Nordisk bakal rampung pada akhir tahun 2026.
CEO OpenAI, Sam Altman, menyambut positif kolaborasi ini. Ia meyakini bahwa di bidang ilmu hayati (life sciences), AI punya peran vital untuk membantu manusia hidup lebih sehat dan lama.
"Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan penanganan pasien," tegas Altman.
Baca Juga: Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat
Langkah ambisius ini merupakan kelanjutan dari inisiatif AI yang sebelumnya telah digarap Novo Nordisk bersama berbagai mitra teknologi global lainnya untuk memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin pasar kesehatan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar?
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli
-
Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini
-
Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?
-
Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk
-
Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK
-
IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan
-
Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul