Bisnis / Makro
Jum'at, 17 April 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi pekerja 'kerah putih' atau level menengah di kawasan perkantoran SCBD Jakarta Selatan. (Suara.com/Ema)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 185,35 juta penduduk Indonesia atau 66,35 persen total populasi dikategorikan sebagai kelas menengah hingga menuju kelas menengah.
  • Pemerintah mencermati pergeseran kelas menengah yang tertekan daya belinya serta perubahan karakteristik pekerjaan ke sektor jasa yang informal.
  • Pemerintah berkomitmen memberikan insentif pajak, dukungan perumahan, dan subsidi energi untuk menjaga daya beli serta stabilitas ekonomi nasional.

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah di Indonesia saat ini mencapai sekitar 66,35 persen dari total penduduk atau sekitar 185,35 juta orang.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, kelompok kelas menengah itu sekaligus menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga dan daya beli nasional. Hanya saja kelompok kelas menengah Indonesia terancam turun berkat tekanan daya beli.

"Namun demikian, Pemerintah juga mencermati adanya pergeseran proporsi kelas menengah ke kelompok menuju kelas menengah. Pergeseran ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap daya beli, terutama di wilayah perkotaan yang menjadi domisili mayoritas kelas menengah. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam perumusan kebijakan ke depan," katanya, dikutip dari siaran pers, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, kelas menengah juga mengalami perubahan karakteristik antara lain pergeseran lapangan pekerjaan yang semakin didominasi sektor jasa, serta kecenderungan menurunnya proporsi pekerja formal.

Menurutnya, pola konsumsi kelompok ini pun lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan non-makanan seperti perumahan, transportasi, dan gaya hidup.

Sesmenko Susiwojono juga menyampaikan terkait fenomena Chilean Paradox yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu menjamin pemerataan kesejahteraan. Hal ini menjadi pengingat penting agar kebijakan ekonomi tetap berpihak pada peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Menanggapi contoh fenomena tersebut, Susiwijono mengungkapkan komitmen Pemerintah untuk terus memperkuat berbagai program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah.

Selain bantuan sosial bagi kelompok rentan, berbagai stimulus seperti insentif perpajakan, dukungan sektor perumahan melalui FLPP, serta insentif otomotif dan subsidi energi turut diarahkan untuk menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi kelompok ini.

“Sehingga kelas menengah kita yang menjadi tulang punggung penentu ekonomi Indonesia betul-betul kita dorong, kita berdayakan, dan berkontribusi positif untuk perekonomian nasional Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Pertanian dan UMKM Jadi Andalan Ekonomi Baru

Load More