- Angkatan Laut AS mengerahkan robot dan drone untuk membersihkan ranjau laut Iran di Selat Hormuz sejak April 2026.
- Kapal perusak USS Spruance melumpuhkan kapal kargo Iran Touska di Teluk Oman karena melanggar blokade pada 19 April.
- Operasi militer ini bertujuan memulihkan jalur pelayaran global di tengah ketegangan perang antara AS-Israel dengan pihak Iran.
Suara.com - Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tengah menjalankan operasi teknologi tinggi untuk memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur perairan paling strategis di dunia ini sedang dibersihkan dari ancaman ranjau bawah laut menggunakan bantuan robot dan pesawat tanpa awak (drone).
Langkah ini diambil sebagai upaya membuka kembali akses bagi kapal-kapal komersial yang sempat terhenti akibat meningkatnya tensi militer di kawasan tersebut.
Laporan dari The Wall Street Journal pada Minggu (19/4/2026) mengungkapkan bahwa operasi pembersihan ini merupakan respons atas temuan intelijen yang menyebut adanya ancaman nyata di bawah permukaan laut.
Sebelumnya, pada akhir Maret, CBS News yang mengutip pejabat senior Gedung Putih melaporkan bahwa setidaknya terdapat selusin ranjau bawah laut yang diduga kuat ditanam oleh pihak Iran di sepanjang titik-titik krusial Selat Hormuz.
Militer Amerika Serikat menuding Teheran telah menyebarkan ranjau laut tipe Maham 3 dan Maham 7. Kedua jenis ranjau buatan Iran ini dikenal memiliki kecanggihan pada sensor magnetik dan akustiknya.
Sensor tersebut memungkinkan ranjau untuk mendeteksi keberadaan kapal yang melintas di dekatnya dan meledak tanpa perlu adanya kontak fisik secara langsung.
Guna memitigasi risiko tersebut, Angkatan Laut AS mengerahkan kombinasi armada udara dan laut tanpa awak yang dilengkapi dengan sistem sonar canggih.
Teknologi ini bertugas memetakan dan mendeteksi ranjau yang bersembunyi di dasar selat. Penggunaan sistem robotik ini diklaim mampu meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dari pihak militer dalam operasi pembersihan ranjau yang sangat berbahaya.
Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Dilansir via Sputnik, seorang pejabat pertahanan AS menyatakan bahwa saat ini militer sedang mengintegrasikan sistem berawak dan tanpa awak secara simultan untuk memastikan Selat Hormuz kembali aman bagi navigasi global.
Penyitaan Kapal Touska: Standoff Enam Jam di Teluk Oman
Di sisi lain, ketegangan fisik di permukaan laut pecah saat militer Amerika Serikat mencegat sebuah kapal dagang berbendera Iran bernama Touska pada Minggu (19/4/2026). Kapal kargo raksasa tersebut dilaporkan mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa kapal perusak rudal USS Spruance terlibat langsung dalam aksi pelumpuhan tersebut.
Berdasarkan kronologi yang dirilis, awak kapal Touska mengabaikan serangkaian peringatan keras selama enam jam berturut-turut.
"Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade angkatan laut terhadap kapal kargo berbendera Iran, yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran pada 19 April," tulis pernyataan resmi CENTCOM.
Berita Terkait
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak
-
Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga
-
IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas