News / Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB
Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas blokade pelabuhan yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
  • Kementerian Luar Negeri Indonesia terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas Iran terkait perkembangan perairan tersebut.
  • KBRI Tehran berupaya memastikan keselamatan awak serta kelancaran operasional dua kapal tanker milik PT Pertamina yang tertahan.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri memastikan terus memantau perkembangan situasi terkini Selat Hormuz, menyusul penutupan kembali kawasan tersebut.

Kemlu menjelaskan sekaligus ihwal nasib dua kapal tanker asal Indonesia yang masih tertahan.

Sebelumnya pemerintah Iran telah membuka Selat Hormuz, tetapi tidak berselang lama, kawasan perairan tersebut kembali ditutup.

Penutupan lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz dilakukan pemerintah Iran seiring langkah Amerika Serikat (AS) yang melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Tehran serta otoritas dan mitra terkait," kata Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang kepada Suara.com, Minggu (19/4/2026).

Yvonne turut memberikan tanggapan mengenai nasib dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di kawasan perairan tersebut.

Ia berujar Kemlu melalui KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia.

"Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan," kata Yvonne.

Yvonne menegaskan bahwa keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini.

Baca Juga: Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Load More