- PT Taspen menegaskan bahwa informasi mengenai pencairan dana rapel dan kenaikan gaji pensiunan PNS tahun 2026 adalah hoaks.
- Pemerintah belum menerbitkan aturan baru sehingga besaran gaji pensiunan tahun 2026 tetap mengacu pada PP Nomor 8 Tahun 2024.
- PT Taspen mengimbau masyarakat waspada terhadap modus penipuan pencurian data pribadi yang mengatasnamakan pencairan dana rapel pensiunan tersebut.
Suara.com - Isu pencairan dana rapel serta desas-desus kenaikan gaji pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tahun anggaran 2026 akhirnya menemui titik terang.
Kabar simpang siur di ruang digital dijawab oleh PT Taspen (Persero) secara resmi merilis klarifikasi guna meredam keresahan para purnabakti di seluruh penjuru tanah air.
Isu ini mencuat setelah sebuah rekaman video viral mengklaim adanya pembayaran rapel akibat kendala administrasi dengan nilai yang sangat fantastis.
Namun, PT Taspen menegaskan bahwa narasi tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks. Hingga periode April 2026, skema pembayaran gaji pensiun masih sepenuhnya mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah sejak tahun lalu.
Belum Ada Aturan Baru di 2026
Melalui pernyataan resminya, pihak Taspen memastikan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menerbitkan aturan hukum baru yang mengatur kenaikan gaji tambahan bagi pensiunan di tahun 2026.
Penyesuaian terakhir yang sah adalah kenaikan sebesar 12 persen yang telah berlaku efektif sejak awal tahun 2024.
"Besaran gaji pensiun saat ini masih merujuk pada kebijakan tahun lalu, yakni PP Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil serta Janda/Dudanya," tulis pihak manajemen melalui kanal media sosial resmi @taspen.
Dengan demikian, kabar mengenai adanya "dana rapel" tambahan yang beredar di media sosial dipastikan tidak berdasar.
Baca Juga: Side Hustle Bukan Gila Kerja, Tapi Perjuangkan Pekerja UMR untuk Bertahan
Meskipun Menteri Keuangan Purbaya dikabarkan tengah menelaah wacana penyesuaian gaji bagi ASN aktif, kebijakan tersebut belum menyentuh atau diputuskan berlaku bagi kelompok pensiunan.
Waspada Modus Penipuan Berkedok "Pencairan Rapel"
Seiring munculnya isu fiktif ini, PT Taspen memperingatkan para pensiunan dan keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan.
Oknum tidak bertanggung jawab sering kali memanfaatkan umpan berita "pencairan dana rapel" untuk memancing korban memberikan data pribadi yang sensitif, seperti PIN, kata sandi, hingga kode OTP perbankan.
Taspen menegaskan bahwa seluruh proses layanan pensiun dilaksanakan berdasarkan prinsip 5T (Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, dan Tepat Administrasi) tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Rincian Gaji Pokok Pensiunan PNS Tahun 2026
Berita Terkait
-
Apa Saja Jabatan di Koperasi Merah Putih? Ini Rincian Posisi dan Kisaran Gajinya
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
-
Bakal Jadi Pegawai BUMN, Berapa Gaji Manajer Koperasi Merah Putih? Ini Kata Zulkifli Hasan
-
Berapa Gaji Ketua Ombudsman? Baru Dilantik Seminggu, Kini Jadi Tersangka Korupsi
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara