- Jakarta menjadi penyumbang investasi nasional terbesar pada triwulan I 2026 dengan nilai mencapai Rp78,7 triliun secara keseluruhan.
- Realisasi investasi nasional mencapai Rp498,8 triliun pada triwulan I 2026 yang tumbuh sebesar 7,2 persen secara tahunan.
- Distribusi investasi semakin merata dengan nilai di luar Pulau Jawa mencapai 50,4 persen dari total keseluruhan nasional.
Suara.com - Realisasi investasi nasional pada triwulan I 2026 menunjukkan pergeseran peta lokasi utama penanaman modal daerah. Jakarta kini menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar, mengungguli Jawa Barat yang sebelumnya kerap berada di posisi puncak.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, total investasi yang masuk ke Jakarta mencapai Rp78,7 triliun atau setara 15,8 persen dari total nasional.
"Kalau kita lihat daerah yang mempunyai kontribusi investasinya memang kalau kemarin biasanya Jawa Barat tapi kali ini Jakarta sebagai investasi yang masuk baik itu dalam negeri maupun luar negeri kurang lebih lima belas koma delapan persen atau tujuh puluh delapan koma tujuh triliun," kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Di posisi kedua, Jawa Barat mencatat realisasi investasi sebesar Rp76,8 triliun atau 15,4 persen. Selisih keduanya terbilang tipis, namun cukup untuk menggeser posisi puncak yang selama ini ditempati Jawa Barat.
"Diikuti oleh Jawa Barat tujuh puluh enam koma delapan triliun atau lima belas koma empat persen," ujarnya.
Sementara itu, Banten menempati posisi ketiga dengan capaian Rp34,4 triliun, disusul Jawa Timur sebesar Rp32,6 triliun.
Menariknya, Sulawesi Tengah masuk dalam lima besar daerah tujuan investasi dengan nilai Rp32,1 triliun. Kehadiran wilayah luar Jawa ini menunjukkan mulai meratanya distribusi investasi nasional.
Rosan menambahkan, daerah-daerah di luar Jawa, khususnya yang memiliki basis sumber daya alam, mulai menjadi magnet investasi, terutama untuk sektor hilirisasi.
"Walaupun nomor lima adalah Sulawesi Tengah, nomor enam contohnya juga adalah Maluku Utara karena ini adalah investasi yang masuk di hilirisasi," ucapnya.
Baca Juga: Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun
Secara total, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Dari sisi sebaran wilayah, investasi di luar Jawa bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan di Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen, sementara di Jawa sebesar Rp247,5 triliun.
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun
-
Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai
-
SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara
-
Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun
-
JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur
-
Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi
-
BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat
-
Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp63.750/kg, Daging Sapi Ikut Naik
-
Alasan Kuat Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Kursi Dirjen Kemenkeu