Bisnis / Keuangan
Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB
Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 2,16 persen ke level 7.378,61 pada perdagangan Kamis, 23 April 2026 di Jakarta.
  • Pelemahan indeks dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah serta kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz.
  • Mayoritas sektor mengalami tekanan jual signifikan sehingga memicu penurunan pada indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kebakaran hingga akhir perdagangan, Kamis, 23 April 2026. Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, depresiasi rupiah serta kenaikan harga minyak global menjadi sentimen utama yang menekan pergerakan indeks.

IHSG ditutup di level 7.378,61 atau turun 2,16 persen setelah sempat dibuka di zona hijau.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak melemah hingga penutupan seiring meningkatnya tekanan jual di mayoritas sektor.

Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama. Mata uang Garuda sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS dan ditutup di level Rp17.286 per dolar AS di pasar spot.

Level tersebut menjadi yang terburuk sepanjang sejarah dan mencerminkan pelemahan terdalam di kawasan Asia.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, ketidakpastian global turut meningkat seiring penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Kondisi ini membuat harga minyak bertahan di level tinggi, memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi serta potensi pelebaran defisit anggaran pemerintah.

Secara sektoral, tekanan paling besar terjadi pada sektor consumer cyclicals yang terkoreksi hingga 3,28 persen. Sementara itu, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan sebesar 2,42 persen.

Sementara indeks utama juga semuanya, seperti indeks LQ45 yang turun 2,73 persen, begitu juga Kompas100 yang juga turun 2,62 persen, serta IDX30 juga merosot 2,03 persen.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah menembus level support 7.500 dengan dukungan volume transaksi. Indikator MACD menunjukkan histogram positif yang semakin menyempit dan berpotensi membentuk death cross. Sementara itu, stochastic RSI bergerak turun mendekati area pivot.

Baca Juga: Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di kisaran 7.308,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Untuk perdagangan selanjutnya, level resistance berada di 7.500, pivot di 7.400, dan support di 7.300.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 52,07 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,05 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 201 saham bergerak naik, sedangkan 531 saham mengalami penurunan, dan 227 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, KOBX, MAXI, SKBM, WBSA, PGLI, BAIK, ALII, MMIX.

Load More