- Ada 9 saham RI dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC) yang minim likuiditas.
- BEI sebut label HSC bertujuan menjaga transparansi bagi investor atas struktur pemilik saham.
- Emiten wajib perbaiki struktur kepemilikan lewat re-float untuk keluar dari catatan merah.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat bicara mengenai sorotan tajam pasar global terhadap sejumlah emiten dalam negeri. Keputusan MSCI untuk mencoret beberapa saham Indonesia karena masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan sangat terkonsentrasi, kini menjadi "rapor merah" yang diantisipasi otoritas bursa.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa saham-saham dalam kategori HSC ini merupakan emiten yang mayoritas kepemilikannya hanya digenggam oleh segelintir investor atau kelompok terbatas.
"Tujuan dari label HSC ini adalah meningkatkan transparansi kepada publik. Investor perlu tahu informasi mengenai konsentrasi kepemilikan di perusahaan tercatat tersebut," ujar Irvan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurut Irvan, status HSC tidak muncul tiba-tiba. Terdapat komite khusus yang melibatkan BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk memantau pergerakan saham melalui trigger factor process. Aspek yang dipelototi mulai dari volatilitas harga, aspek pengawasan, hingga likuiditas di pasar.
"Jika terkena trigger, kami akan melakukan assessment shareholding structure. Emiten yang terindikasi HSC akan diumumkan ke publik agar ada kewaspadaan bagi investor ritel," tambahnya.
Meski begitu, BEI memberikan "pintu keluar" bagi emiten yang ingin melepas label HSC ini. Caranya adalah dengan melakukan aksi korporasi seperti re-float atau penambahan saham publik guna memperbaiki struktur kepemilikan agar lebih menyebar dan likuid.
Saat ini, tercatat ada sembilan emiten yang masuk daftar HSC dengan persentase kepemilikan pengendali yang sangat dominan, bahkan ada yang menyentuh angka 99 persen.
Fenomena ini yang kemudian membuat indeks global seperti MSCI memberikan catatan khusus karena dianggap berisiko tinggi terhadap manipulasi harga dan rendahnya likuiditas.
Daftar 9 Saham RI dengan Konsentrasi Kepemilikan Tertinggi:
Baca Juga: Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%
- PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK): 99,85%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH): 99,77%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): 98,35%
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII): 97,75%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): 97,31%
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV): 95,94%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): 95,76%
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY): 95,47%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 95,35%
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!