- Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Korlantas Polri bekerja sama mengintegrasikan data kendaraan untuk penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
- Perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Rabu (22/4) ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan serta tata kelola subsidi energi.
- Integrasi sistem digital lintas instansi ini diharapkan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam distribusi BBM bersubsidi secara berkelanjutan.
Suara.com - Pemerintah terus memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah memanfaatkan integrasi data kendaraan bermotor untuk mengontrol distribusi energi bersubsidi.
Strategi itu merupakan kolaborasi dari PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Korlantas Polri yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada Rabu (22/4).
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi dalam pemanfaatan data kendaraan sebagai basis pengaturan dan pengendalian distribusi BBM subsidi, khususnya Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebut langkah ini sebagai upaya konkret untuk memperbaiki tata kelola subsidi energi.
"Kolaborasi BPH Migas, Korlantas Polri, dan PT Pertamina Patra Niaga dalam pemanfaatan data kendaraan ini merupakan upaya nyata untuk mewujudkan penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran," ujarnya Wahyudi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, integrasi data lintas sektor ini memperkuat fungsi pengaturan dan pengawasan distribusi BBM, sekaligus mendukung pengendalian konsumsi melalui sistem digital berbasis data kendaraan.
"Integrasi data satu pintu yang dikelola Korlantas Polri dan dimanfaatkan bersama ini menjadi fondasi penting dalam mendukung subsidi tepat sasaran, sekaligus meningkatkan transparansi, efisiensi layanan publik, dan pengawasan penyaluran BBM subsidi secara menyeluruh," tambahnya.
Sinergi lintas lembaga ini juga melibatkan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lain, guna memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat volume melalui sistem yang terintegrasi.
Sementara, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa pengelolaan subsidi energi merupakan amanah negara yang harus dijaga dengan baik.
Baca Juga: Harga BBM Naik! Bahlil Sentil Orang Kaya: Jangan Pakai Pertalite, Apa Enggak Malu?
"Subsidi bahan bakar minyak merupakan amanah negara yang harus dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Dalam hal ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memastikan bahwa penyaluran subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," jelas Mars Ega.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan terus berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih adaptif untuk meningkatkan akurasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses manual.
"Kami meyakini bahwa sinergi yang kuat antara Pertamina Patra Niaga, BPH Migas dan Korlantas Polri merupakan kunci dalam mewujudkan subsidi energi yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan," pungkas Mars Ega.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah
-
Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
-
Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan
-
Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram
-
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan